Deli.Suara.com - Loyalis Ferdy Sambo diyakini sedang melakukan perlawanan balik, atas kasus pembunuhan berencana yang merenggut nyawa Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Hal ini disampaikan Ketua KNPI Haris Pertama, lewat cuitan di akun @knpiharis, seperti dilihat Deli.Suara.com, Rabu (7/9/2022) pagi. Dalam cuitannya, ia juga membeberkan dugaan skenario yang digunakan Ferdy Sambo untuk melakukan perlawanan balik.
"Ferdy Sambo bersama kroninya sedang melakukan operasi perlawanan, hal pertama adalah dengan operasi menyukseskan skenario Brigadir J memperkosa Putri Chandrawathi di Magelang," cuit Haris.
Ia juga menyampaikan semakin lama kasus pembunuhan Brigadir J berjalan, maka semakin kuat pula loyalis Kaisar Sambo melakukan perlawanan.
"Makin lama kasus Pembunuhan Brigadir J ini berjalan maka akan membuat Kaisar Sambo serta kroninya menjadi kuat melakukan perlawanan. Semoga saja hukum bisa tegak dengan adil dan tidak masuk angin," ungkapnya.
Meski begitu, Haris berharap semoga saja perlawanan dari kubu Ferdy Sambo tidak terjadi.
"Semoga saja Operasi Perlawanan Kaisar Sambo dan kroninya tidak berjalan dengan baik dan penegak hukum (Polri, Jaksa dan Hakim) tetap konsisten menegakkan kebenaran serta mengantisipasi perlawanan dari Kaisar Sambo," harapnya.
Mahfud MD Cerita Geng Sambo
Diketahui, kelompok geng Sambo, yang dianggap terdiri dari orang-orang yang loyal terhadap Irjen Ferdy Sambo ternyata bukan isapan jempol semata.
Baca Juga: Siswi SMA di Medan Jadi Korban Pencabulan Dalam Angkot, Pelaku Diamuk Massa
Hal ini terungkap ketika Menkopolhukam Mahfud MD memberikan penjelasan dalam podcast YouTube Akbar Faisal Uncensored, seperti dilihat Suara Deli, Kamis (18/8/2022).
Awalnya Mahfud MD menyampaikan atensi Presiden Jokowi agar kasus pembunuhan Brigadir J untuk diusut secara terang benderang, tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Saat itu Mahfud menjalin komunikasi dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan menyampaikan ingin bertemu dengan Presiden Jokowi.
"Saya tanya Pak Pram, saya mau ketemu presiden, ini kasus ini gimana arah pak presiden?" ucap Mahfud.
Dari pembicaraan dengan Pramono Anung inilah terungkap kalau Presiden Jokowi marah atas lambatnya pengusutan kematian Brigadir J.
"Oh tegas pak, yakinlah saya, wong ini Pak Presiden marah betul dan kenapa lama," ucap Mahfud menirukan perkataan Pramono Anung.