Deli.Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Puan Maharani menjadi sorotan publik karena ekspresi wajahnya yang tampak cemberut saat membagi-bagikan kaos kepada para pedagang di kawasan Bekasi.
Video yang merekam detik-detik Puan Maharani membagikan kaos dengan raut wajah cemberut ini pun menjadi viral di media sosial (Medsos).
Dilihat Deli.Suara.com dalam video yang diunggah ulang akun Tiktok Better tampak Puan memasang muka cemberut ketika membagi-bagikan kaos kepada pedagang pasar.
Dalam video yang beredar, putri kandung Megawati Soekarnoputri itu pun terlihat dijaga ketat petugas saat mengunjungi pasar.
Selain terlihat jutek, Puan Maharani juga tampak menunjuk-nunjuk anggota Pamdal yang ikut melakukan pengawalan. Terlihat Puan berbicara kepada petugas yang memegang bungkusan berisi kaos.
Dalam video yang beredar, Puan dengan tampak kesal juga terlihat melempar-lempar kaos yang dibagikan kepada pedagang pasar tersebut.
Sontak saja begitu video ini beredar, publik langsung riuh memberikan komentar. Ada yang menyayangkan tapi ada juga netizen yang malah ingat ke Ganjar Pranowo.
"Sehat terus pak Ganjar Pranowo," tulis warganet @ion***** di kolom komentar.
"Wajahnya semringah, murah senyum, tampak bahagia," kata @Mash******.
Baca Juga: Amnesty Internasional Menegaskan Pembunuhan Brigadir J Masuk Kategori Pelanggaran HAM Berat
"Itulah pak Ganjar," balas warganet lainnya @admi******.
Terkait hal ini, Ketua DPP PDI-P Said Abdullah bersuara soal video Puan Maharani yang viral. Peristiwa itu terjadi belum lama ini di wilayah Jawa Barat.
Said Abdullah mengatakan bahwa raut wajah puan yang cemberut lantaran walprinya yang tidak menjalankan tugasnya dengan benar. Sedianya, kata dia, seorang walpri tidak membagikan kaus karena hal itu merupakan tugas elite parpol.
Mbak Puan kaget, 'Lho, kok kamu yang megang kaus?' Mbak Puan itu nanya, bukan marah. 'Kok kamu yang pegang kaus? Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas'," ujar Said saat ditemui Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2022).
"Walpri kan enggak boleh bagi-bagi kaus. Ya dong. 'Kamu kenapa (megang kaus)?' Kaget Mbak Puan, gitu lho," sambungnya. Di samping itu, ia menambahkan, sambutan masyarakat di luar prediksi Puan dan tim.
"Mbak Puan itu sangat familiar, sangat humble kalau ketemu sama masyarakat. Kalau Mbak Puan itu tidak humble, seakan-akan mukanya Mbak Puan tidak merakyat, kemudian untuk apa kira-kira Mbak Puan turun ke bawah," jelasnya.