Beruntung, kata Farah, ia masih mendapat pertolongan dari para petugas Pusdiklat MK. Setelah bermalam di Pusdiklat, pagi harinya ia diperiksa kejiwaannya oleh dokter MK.
Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi. Di sana, Farah mengaku dinyatakan mengalami depresi sebagai akumulasi kesakitan selama dua bulan ia alami.
"Selama saya dirawat di RSJ, bayi saya dijaga dan dirawat oleh staf pegawai MK, hingga hari ini. Saya diijinkan memgambilnya kembali setelah saya benar benar pulih. Semoga ALLAH membalas kebaikan pegawai2 MK dengan segala kebaikanNYA," tulis Farah di Twitternya.
"Selesai dr IGD, saya dibawanya ke ruang PHCU (ruang observasi), disana saya dimasukkan dlm satu ruangan bersama para ODGJ. Saya ketakutan luar biasa berada diantara mereka. Ada yg begitu galak menjambak rambut saya, ada juga yg mengusap penuh kasih sembari menyebut nama anaknya," ujarnya lagi.
Di akhir cuitannya, Farah mengaku di hari ketiga, di ruang rawat inap, ia mengalami pendarahan hemoroid.
"Efek mengejan ketika melahirkan, hemoroid saya membengkak. Darah mengucur banyak dihanduk mandi. Handuk yg berwarna putih menjadi merah karena darah," imbuhnya.
Belum diketahui secara pasti identitas pria berinisial RR yang disebut Farah sebagai lawyer atau pengacara sekaligus wakil ketua umum partai. Hingga Jumat (2/6/2023) siang, pengakuan Farah ini pun kini tengah ramai dibahas netizen di Twitter.