Kritikus Faizal Assegaf menyarankan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk merapat dan mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024 daripada bermain politik kucing-kucingan dengan Jokowi.
Faizal Assegaf mengatakan bahwa hal itu justru lebih berpeluang daripada mengharapkan dukungan dari Jokowi yang nantinya hanya berujung kebohongan.
"Peluang itu jauh lebih baik, dari pada bermain politik kucing-kucingan dengan janji manis Jokowi yang berujung pengkhianatan dan kebohongan," ujar Faizal dikutip dari akun Twitter pribadi miliknya @faizalassegaf, Jumat (9/6/2023).
Menurutnya, dukungan dari Presiden Jokowi sulit terwujud karena PDIP sudah mengunci Jokowi dengan mendukung Ganjar Pranowo meski Prabowo sempat mendapatkan endorsement.
Faizal Assegaf pun berpendapat bahwa yang tersisa dari hubungan Prabowo dan Jokowi hanya keakraban sebagai presiden dan pembantunya dengan kepentingan politik yang berbeda.
"Yang tersisa dari kedekatan Prabowo dan Jokowi hanyalah keakraban sebagai pembantu Presiden dan sekaligus rival politik yang saling menjaga kepentingan di antara mereka," ujar Faizal Assegaf.
Menurutnya kedekatan Prabowo bergabung ke kabinet Jokowi dengan harapan membuahkan kongsi politik yang kuat justru ternyata menunjukkan menjadi kontradiktif.
Hal tersebut menimbulkan salah satu akibat yang sulit diubah yaitu kekecewaan pendukung Prabowo di Pilpres 2019 lalu.
"Prabowo tidak sekedar gagal meraih sokongan kekuasaan Jokowi. Tapi lebih parah lagi semakin terpuruk di mata pendukungnya," pungkasnya.