Tim pencarian tengah berpacu dengan waktu untuk menemukan kapal selam Titan yang hilang kontak sejak Minggu (18/6/2023). Kapal selam milik perusahaan wisata OceanGate itu membawa lima awak untuk berwisata ke puing-puing kapal Titanic.
Sebelumnya, Titan hilang kontak sekitar satu jam 45 menit setelah menyelam ke dasar laut di lepas pantai Newfoundland, Kanada. Kini, cadangan oksigen kapal selam itu sudah semakin menipis dan dilaporkan hanya akan bertahan sampai Kamis.
Lantas seperti apakah interior kapal selam wisata Titanic itu?
Menyadur BBC, kapal selam itu sendiri ternyata sangat sempit, dengan berukuran hanya 670 cm x 280 cm x 250 cm. Kapal itu juga hanya bisa membawa 5 orang awak yang terdiri dari pilot dan empat penumpang.
Meski Titan dinilai lebih besar dari kompetitor lainnya, tetapi penumpang nyatanya diharuskan duduk di lantai dengan ruang terbatas untuk bergerak.
Sementara itu, di bagian depan kapal, terdapat jendela kapal berkubah besar yang menawarkan titik pandang. Jendela itu diklaim perusahaan sebagai "area pandang terbesar dari semua kapal selam berawak laut dalam".
Dinding kapal selam juga bisa memanas karena suhu bisa menjadi sangat dingin pada kedalaman seperti itu. Lampu yang dipasang di dinding adalah satu-satunya sumber penerangan di kapal.
Isi kapal selam juga sudah termasuk toilet pribadi untuk pelanggan, di mana toilet terletak di bagian depan kapal selam. Tirai kecil perlu ditarik saat sedang menggunakan toilet dan pilot bakal menyalakan musik onboard untuk menyamarkan suara.
Namun, situs web perusahaan sendiri merekomendasikan "Anda membatasi diet Anda sebelum dan selama menyelam untuk mengurangi kemungkinan Anda perlu menggunakan fasilitas toilet".
Baca Juga: Sidang Cerai Lanjut, Shandy Aulia Bawa Saksi Kakak dan Manajer
Kapal selam ini juga dilengkapi dengan lampu luar yang kuat untuk menerangi bangkai kapal Titanic.
Beberapa kamera 4k juga dipasang di bagian luar, dan pemindai laser luar serta sonar digunakan untuk memetakan kapal.
Di dalam, kru dapat melihat reruntuhan kapal Titanic yang hancur di layar tampilan digital besar, sambil meninjau data yang dikumpulkan di beberapa tablet.
Titan memiliki cadangan oksigen sekitar 96 jam, tetapi hal cadangan itu tetap akan dipengaruhi oleh tingkat pernapasan awak kapal.
Sebagian besar interior, kata pihak perusahaan, terdiri dari beberapa bagian "teknologi siap pakai" yang katanya "membantu merampingkan konstruksi, dan membuatnya mudah dioperasikan dan mengganti suku cadang di lapangan".