Persib Bandung resmi menunjuk Bojan Hodak sebagai pelatih anyar menggantikan Luis Milla yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu. Tak lama dari pengumuman itu, beredar luas video Bojan Hodak marah-marah di ruang ganti.
Video tersebut tersebar luas di media sosial Twitter. Video berdurasi 33 detik itu mempelihatkan aksi Hodak ketika berada di ruang ganti pemain Kuala Lumpur City (KL City).
Pria berkepala plontos itu terdengar tengah marah-marah dengan menggunakan Bahasa Inggris. Bukan hanya melalui kata-kata, emosi Hodak juga diluapkan dengan cara memukul papan tulis yang berada di dalam ruang ganti.
Setelah itu, Hodak juga membanting botol air mineral hingga terlempar ke dekat pemain yang sedang duduk di lantai.
Dari video terdengar, beberapa kata yang ke luar dari mulut Hodak disamarkan dengan suara sensor.
'Galak'nya Hodak malah disambut baik oleh para pendukung Persib Bandung, bobotoh. Mereka meyakini kalau keberadaan Hodak ke depannya akan mengubah sikap dari para pemain.
Namun, sembari meledek, para pendukung juga menilai kalau para pemain bakal 'malas' apabila mendapatkan pelatih yang tegas seperti Hodak.
"Lah nanti pundungan, terus semua main kek ogah-ogahan," kata pemilik akun Twitter @h*****.
"Yang gak kuat mending keluar dari sekarang," tutur @Anan******.
Baca Juga: Heboh Wanita Curhat Jadi Korban KDRT-Anak Diperkosa di Medan, Ini Penjelasan Polisi
Bojan Hodak, seorang juru taktik Persib Bandung yang mempunyai kebangsaan Kroasia, telah ditunjuk sebagai sosok yang akan mengemban tanggung jawab besar ini.
Kini menjadi pelatih Persib, Bojan Hodak, lahir di Zagreb pada tanggal 4 Mei 1971, memiliki rekam jejak yang tidak asing bagi para penggemar sepak bola Asia Tenggara.
Setelah pensiun sebagai pemain sepak bola pada tahun 2002, Hodak memulai karier kepelatihannya dengan melatih klub UPB-MyTeam pada tahun 2006 hingga 2009.
Salah satu pencapaian terbaiknya adalah meraih posisi runner-up di Liga Primer Malaysia pada musim 2007.
Perjalanan karier kepelatihan Hodak berlanjut dengan tantangan baru ketika dia dipercaya untuk melatih di Liga Kamboja dengan mengambil alih tim Phnom Penh Crown pada tahun 2010.
Prestasinya di sana termasuk meraih gelar juara Liga Kamboja pada tahun 2011.