JK Samakan Anies dengan Donald Trump Menang di Pilpres Walaupun Elektabilitas Rendah, Pengamat: Cukup Beralasan

Deli

Selasa, 01 Agustus 2023 | 13:23 WIB
JK Samakan Anies dengan Donald Trump Menang di Pilpres Walaupun Elektabilitas Rendah, Pengamat: Cukup Beralasan
Jusuf Kalla (Setwapres/Jeri Wongiyanto)

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengibaratkan bakal calon presiden Anies Baswedan seperti Donald Trump saat Pilpres Amerika Serikat. Elektabilitas Trump rendah tapi akhirnya menang saat Pilpres berlangsung. JK meyakini Anies juga bakal menang di Pilpres 2024, meski kekinian elektabilitasnya kalah dari Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai pandangan JK cukup masuk akal.

"Optimisme JK beralasan karena hasil survei kerap sekali meleset. Hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara lain," kata Jamiluddin kepada wartawan dalam keterangannya, Selasa (1/8/2023).

Hasil survei yang kerap meleset, dikatakan Jamiluddin bisa terjadi karena tiga hal.

Pertama, hasil survei hanya potret saat survei dilaksanakan sehingga hasilnya tidak bisa digunakan untuk memprediksi ke depan. Adapun hal ini terjadi lantaran pendapat umum itu sangat dinamis, di mana pendapat seseorang dapat berubah-ubah tergantung isu yang menerpa objek atau sosok yang dinilai.

Jamiluddin berujar, bola isu megenai objek atau sosok yang dinilai cenderung positif maka elektabilitasnya akan berpeluang tinggi.

"Sebaliknya, kalau isu menerpa objek atau sosok banyak negatifnya, maka elektabilitas berpeluang akan turun. Jadi, elektabilitas capres saat ini tidak bisa diprediksi akan berlaku sama pada saat pencobloaan 14 Februari 2024. Hasil survei pastinya tidak memiliki kemampuan itu," ujar Jamiluddin.

Sebab kedua dari hasil survei yang kerap meleset adalah terjadi kesalahan dalam penetapan sampel atau contoh penelitian. Kesalahan itu berkaitan dengan penetapan karakteristik dan jumlah sampel. Ada kemungkinan karakteristik sampel yang diambil tidak menggambarkan karakteristik pemilih (populasi).

"Akibatnya, karakteristik sampel tidak merepresentasikan karakteristik pemilih (populasi)," katanya.

Selain itu, jumlah sampel yang diteliti juga akan menentukan presisinya. Menurut dia, bila jumlah sampel 1.200 dan pemilihnya 205 juta, tentu presisinya rendah.

"Kalau sampelnya tidak representatif dan presisinya rendah, tentu hasil survei itu tidak bisa diberlakukan (generalisasikan) ke populasi (pemilih). Hal ini kiranya salah satu sebab kerapnya hasil survei mengenai elektabilitas capres kerap meleset," terangnya.

Menurut Jamiluddin, lembaga survei tidak melaporkan hasilnya sebagaimana adanya. Faktor ini yang kemudian menjadi sebab mengapa hasil survei kerap meleset. Jamiluddin berujar lembaga survei tidaj melaporkan apa adanya karena pihak yang membiayai atau menjadi sponsor survei tidak menginginkan hasil survei dirilis apa adanya.

"Lembaga survei akhirnya memoles hasil survei sesuai kehendak sponsor," tutur Jamiluddin.

Kata dia, bila hal itu terjadi, maka lembaga survei tidak lagi menjadi peneliti, melainkan berubah menjadi tim sukses yang mengemas hasil survei demi kepentingan sponsor atau calon presiden tertentu.

"Jadi, kehawatiran JK terhadap hasil survei sangat beralasan. Sebab, hasil survei berpeluang dibelokkan sesuai keinginan sponsor. Hal ini tentunya semakin membuat hasil survei jauh dari akurasi," katanya.

"Kalau survei terus seperti itu, maka kredibilitas lembaga survei akan anjlok. Hal iti tentunya akan membahayakan eksistensi lembaga survei di tanah air," imbuh Jamiluddin.

Optimis Anies Menang

Sebelumnya JK menanggapi pertanyaan ihwal elektabilitas Anies yang terendah dibanding dua bakal capres lainnya menurut hasil survei. Menanggpi itu JK justru menyinggung kemenangan Donald Trump menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat pada Pilpres AS 2016.

Kala itu, elektabilitas rendah tetapi berhasil menjadi pemenang.

"Trump juga rendah sekali elektabilitasnya menurut para peneliti," kata JK di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/7).

JK lantas berbicara bahwa hasil survei yang hanya mengambil sampel 1200 responden tidak sapat menggambarkan keseluruhan rakyat Indonesia berkisar 205 juta yangakan menjadi pemilih .

"Ada caranya tapi saya kira juga pasti tidak mutlak, tidak terlalu akurat," ucapnya.

Ia mencontohkan kembali bagaimana Anies pada Pilada DKI Jakarta 2017 bisa menjadi pemenang, kendati hasil survei elektabiltas dirinya rendah

"Tapi waktu di DKI juga Anies kan enggak kan, nomor 3 kan, tapi kemudian dia terpilih," ujar JK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jusuf Kalla Sebut Ongkos Jadi Ketum Golkar Rp600 M, Pengalaman Pribadi atau Hasil Observasi?

Jusuf Kalla Sebut Ongkos Jadi Ketum Golkar Rp600 M, Pengalaman Pribadi atau Hasil Observasi?

News | Selasa, 01 Agustus 2023 | 12:58 WIB

JK Samakan Nasib Anies Dengan Donald Trump Saat Pilpres, Pengamat: Hasil Survei Kerap Meleset

JK Samakan Nasib Anies Dengan Donald Trump Saat Pilpres, Pengamat: Hasil Survei Kerap Meleset

News | Selasa, 01 Agustus 2023 | 11:24 WIB

Ditanya soal Bacawapres, Ini jawaban Prabowo

Ditanya soal Bacawapres, Ini jawaban Prabowo

Video | Selasa, 01 Agustus 2023 | 11:00 WIB

Terkini

Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja

Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja

Sumsel | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:49 WIB

Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026

Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:34 WIB

Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya

Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya

Jakarta | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:25 WIB

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:11 WIB

Javaco Hadir di Palembang, Pengrajin Lokal Jadi Fokus Lewat Program Suara Jagoan

Javaco Hadir di Palembang, Pengrajin Lokal Jadi Fokus Lewat Program Suara Jagoan

Sumsel | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:04 WIB

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akhir Penantian 40 Hari, 443 Jemaah Haji Asal OKU Timur Kembali ke Pelukan Keluarga

Akhir Penantian 40 Hari, 443 Jemaah Haji Asal OKU Timur Kembali ke Pelukan Keluarga

Sumsel | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:51 WIB

Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?

Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?

Kalbar | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:36 WIB