Pegiat media sosial Jhon Sitorus kembali menyoroti Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang berniat maju sebagai capres 2024. Hal ini terkait dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman.
Melalui akun Twitternya atau X, @Miduk17, Jhon Sitorus membagikan tangkapan layar tentang seloroh Habiburokhman. Dalam berita itu, Habiburokhman berseloroh meminta emak-emak warga Condet untuk memecat menantu mereka jika tidak mendukung Prabowo sebagai presiden di Pilpres 2024.
Selorohan yang dilontarkan petinggi Partai Gerindra itu pun langsung ditanggapi dengan pedas oleh Jhon Sitorus. Menurutnya, pernyataan itu menunjukkan bagaimana Pabowo tengah berusaha menutupi masa lalunya yang penuh dengan darah.
"Prabowo sedang berupaya menjaga image dengan masa lalunya yang penuh darah," cuit loyalis Ganjar Pranowo ini di Twitter seperti dikutip Deli, Senin (28/8/2023).
Tak sampai di situ, Jhon Sitorus juga menilai Habiburokhman telah membuat blunder karena meminta emak-emak agar memastikan menantunya mendukung Prabowo di Pemilu 2024.
"Habiburokhman malah bikin blunder (lewat selorohannya) yang bagi sebagian orang ini ngeri," sindir Jhon Sitorus.
Bahkan Jhon Sitorus juga memandang selorohan dari Habiburokhman menggambarkan situasi internal Partai Gerindra. Menurutnya, Partai Gerindra memiliki internal yang penuh ancaman dan ketegangan, sehingga terasa mengerikan.
"Tapi seloroh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini adalah gambaran suasana internal partainya, penuh dengan ancaman, ketegangan dan gertakan. Hi ngeri," pungkas Jhon Sitorus.
Sontak kritikan pedas dari Jhon Sitorus itu langsung menuai atensi luas warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya telah dibaca 10 ribu kali dan mendapatkan ratusan tanda suka.
Warganet juga membanjiri kolom komentar dengan beragam pendapat. Ada yang setuju dengan cuitan Jhon Sitorus, tetapi ada juga yang tidak setuju dan balas mengkritiknya.
"Kebangkitan orde baru, kalau tidak milih Golkar pecat dari PNS. Inilah yang ingin dilanjutkan Gerindra yang dikomandani Prabowo," tuding warganet.
"Berterima kasihlah pada mas Budiman Sujatmiko. Lantaran langkah beliaulah kaum milenial dan gen z menjadi tahu bahwa ada tragedi 98 boleh dimaafkan tetapi tidak boleh untuk dilupakan," komentar warganet.
"Serangan-serangan pendukung Ganjar secara masif pada calon lawan, baik kepada pak Anies atau pak Prabowo dengan segala cara, entah itu adu domba finah dan menebar kebencian adalah cara mereka agar rakyat fokus pada kekurangan keduanya," sindir warganet.
"Si Jhon Sitorus lu gak ada kerjaan ya selain memfitnah orang aja kerjamu. Politisi gak punya kualitas, gak bermutu lu," tambah yang lain.
"Lagi jadwalnya Prabowo yang dijelek-jelekin, nanti kalau udah kelar pindah lagi ngejelekin Anies. Cara main lo jelek amat sih, cuma karena gak dipilih jadi dijelek-jelekin," sentil warganet.