Pasien Bukan Masyarakat Umum, Susanto Dokter Gadungan Hanya Periksa Pegawai Selama 2 Tahun

Deli

Rabu, 13 September 2023 | 15:50 WIB
Pasien Bukan Masyarakat Umum, Susanto Dokter Gadungan Hanya Periksa Pegawai Selama 2 Tahun
Ilustrasi dokter. (Pixabay/parentingupstream)

Kasus dokter gadungan bernama Susanto berhasil menghebohkan masyarakat. Pasalnya, ia sudah beraksi selama dua tahun sebagai tenaga medis mengelabuhi RS PHC Surabaya.

Pihak RS PHC Surabaya pun kecolongan karena Susano bisa bekerja sebagai seorang dokter. Namun, Susanto ternyata tidak di tempatkan di RS tersebut.

Lantas, apa tugas Susanto sehingga bisa lepas dari pengawasan dan tak terekspos masyarakat selama dua tahun lamanya?

Susanto bertugas di Cepu

PT Pelindo Husada Citra (PT PHC) menjelaskan bahwa si dokter gadungan itu bekerja di klinik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dinaungi oleh PHC.

Susanto bertugas sebagai dokter Hiperkes Fulltimer di PHC Clinic dan ditugaskan di Klinik K3 PT Pertamina EP IV Cepu sejak 15 Juni 2020 sampai dengan 31 Desember 2022. Sebagai dokter K3, Susanto hanya melakukan tes kesehatan bagi para pegawai.

Pasien bukan masyarakat umum

Tak heran bila Susanto bisa tak terdeteksi pengawasan pihak rumah sakit. Sebab, pasien Susanto bukan masyarakat umum.

Adapun Direktur PT PHC dokter Sunardjo dalam keterangannya menegaskan bahwa Susanto tak melakukan pengobatan penyakit. Ia sekadar bertugas melakukan pemeriksaaan terhadap para pegawai.

baca juga

Susanto hanya melakukan pemeriksaan dasar seperti cek tensi atau tekanan darah. Susanto juga melakukan rujukan ke RS terdekat bagi mereka yang memiliki keluhan.

Sunardjo akhirnya menyimpulkan bahwa ruang gerak Susanto terbatas dan tak berurusan langsung dengan pasien masyarakat umum yang memiliki keluhan atau penyakit.

Modus licik Susanto

Susanto berhasil mengelabui pihak RS dengan melakukan beberapa siasat licik. Si dokter gadungan tersebut memalsukan data diri yang ia peroleh dari internet. Data tersebut yakni milik seorang dokter asli bernama dr. Anggi Yurikno.

Rincian dari data yang diambil Susanto dari dr. Anggi yakni CV dengan Surat Izin Praktik (SIP) Dokter, Ijazah Kedokteran, Kartu Tanda Penduduk, dan Sertifikat Hiperkes. Semua data ini diambil Susanto dari situs Fullerton dan Facebook.

Susanto mengambil beberapa data diri dr. Anggi dan mengganti foto dokter asli tersebut dengan foto Susanto sendiri.

Sontak, Susanto mnyerahkan lamaran secara online melalui e-mail HRD Rumah Sakit PHC Surabaya. Pihak rumah sakit akhirnya menyetujui lamaran tersebut dan menyodorkannya kontrak kerja.

Trik licik Susanto akhirnya berhasil dan ia diterima sebagai pekerja. Ia setiap bulannya menerima Rp7,5 juta tiap bulannya.

Pihak rumah sakit akhirnya harus merugi sampai Rp 262 juta. Usut punya usut, Susanto hanya merupakan lulusan SMA. Namun, ia akhirnya memilih untuk berusaha mencari ijazah lain untuk ia gunakan agar bisa menjadi dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Licik atau Cerdik? Susanto Dokter Gadungan Bisa Lolos Tes dan 3 Kali Tipu Instansi Medis

Licik atau Cerdik? Susanto Dokter Gadungan Bisa Lolos Tes dan 3 Kali Tipu Instansi Medis

News | Rabu, 13 September 2023 | 15:39 WIB

2 Tahun Menyamar, Apa Saja Pemeriksaan yang Sudah Dilakukan Susanto Dokter Gadungan?

2 Tahun Menyamar, Apa Saja Pemeriksaan yang Sudah Dilakukan Susanto Dokter Gadungan?

News | Rabu, 13 September 2023 | 15:31 WIB

Kasus Dokter Gadungan, Ini Sanksi PT PHC Bagi Pegawai yang Loloskan Susanto

Kasus Dokter Gadungan, Ini Sanksi PT PHC Bagi Pegawai yang Loloskan Susanto

News | Rabu, 13 September 2023 | 14:38 WIB

RS PHC Surabaya Milik Siapa? Heboh Usai Terbongkarnya Kasus Dokter Gadungan Susanto

RS PHC Surabaya Milik Siapa? Heboh Usai Terbongkarnya Kasus Dokter Gadungan Susanto

News | Rabu, 13 September 2023 | 14:35 WIB

Terkini

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

×