Seorang anak SD berusia 12 tahun dari Tapos, Kota Depok, dengan inisial MDF meninggal dunia pada Rabu malam, 27 September 2023. Kematian tragis ini dikaitkan dengan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pria berusia 70 tahun yang dikenal dengan sebutan Engkong.
Sosok kakek tua itu diketahui meremas kemaluan korban sampai akhirnya meninggal dunia. Kini, kakek tua pelaku pelecehan seksual itu telah ditahan sebagai tersangka.
Dari penyelidikan awal terhadap Engkong, diketahui bahwa terdapat sekitar 15 korban pelecehan yang diduga dilakukannya. Semakin mengerikan, angka tersebut berpotensi bertambah.
Kronologi kejadian
Pada Rabu, 26 September 2023, sekitar pukul 14.00 WIB, MDF bersama dua temannya, A dan R, berboncengan motor dan berjumpa dengan Engkong di tengah jalan. Tidak diduga, Engkong dengan tiba-tiba melakukan tindakan tidak senonoh terhadap MDF.
Iptu Made Budi, Humas Polres Metro Depok, mengatakan, engkong langsung meremas kemaluan korban. Akibatnya, korban sampai berteriak kesakitan akibat aksi bejat engkong.
Selanjutnya, MDF dan teman-temannya diketahui menghabiskan waktu dengan bermain layangan dan bola hingga pukul 15.00 WIB. Setelah bermain layang-layang, korban dan temannya pulang ke rumah masing-masing.
Setibanya di rumah, MDF menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya, yang langsung melabrak Engkong. Orang tua korban sampai berteriak-teriak penuh kemarahan.
Namun, Engkong bukan hanya tidak menunjukkan penyesalan, tetapi malah marah dan berusaha menyerang korban. Beruntung, serangan tersebut dicegah oleh keluarga korban.
Namun tidak lama setelah insiden tersebut, korban mendadak pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Naas, sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Pihak kepolisian sendiri masih menyelidiki penyebab kematian korban. Adapun penyebab kematian korban akan diketahui setelah hasil autopsi keluar.
Profil Engkong
Slamet, Ketua RT setempat, menggambarkan Engkong sebagai seseorang yang dikenal dekat dengan korban dan memiliki hubungan keluarga dengan MDF.
Slamet menegaskan bahwa Engkong tampaknya adalah anggota masyarakat yang aktif dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan mental. Ini karena sosok engkong dikenal kerap bersosialisasi dengan warga sekitar dan rajin menuaikan ibadah salat di masjid.
Dari investigasi lebih lanjut, polisi menemukan bahwa ada sekitar 15 korban pelecehan lainnya yang diduga dilakukan oleh Engkong. Motif tindakannya diketahui murni didorong oleh nafsu.