Seorang kepala sekolah dasar di Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghukum tiga siswa untuk menjilat tembok hingga menelan kertas.
Hukuman itu diberikan karena sejumlah siswanya bermain sumpit-sumpitan menggunakan sedotan bekas es cendol di dalam kelas.
Awalnya, tiga siswa SD itu bermain sumpit-sumpitan di dalam kelas. Beberapa teman lalu melaporkan kepada kepala sekolah.
Kepala sekolah itu langsung memanggil ketiga muridnya yang ketahuan bermain sumpit-sumpitan di kelas. Ia lalu menyuruh tiga siswa tersebut untuk menjilat tembok, pintu, dan kaca.
Tak sampai di situ, kepala sekolah juga meminta para siswa untuk memakan kertas. Jika tidak mau melakukan hukuman, tiga siswa itu tidak diperbolehkan pulang.
Kejadian ini pun disaksikan oleh teman-teman sekolah ketiga murid yang diminta jilat tembok hingga menelan kertas tersebut.
Selain itu, kepala sekolah di NTT juga sempat memukul ketiga muridnya menggunakan kayu.