Cara Hamas Bobol Iron Dome Israel yang Canggih, Pakai Senjata Baru?

Deli

Selasa, 10 Oktober 2023 | 17:17 WIB
Cara Hamas Bobol Iron Dome Israel yang Canggih, Pakai Senjata Baru?
Ilustrasi peluncuran roket (Pixabay)

Sistem pertahanan anti misil Israel, Iron Dome selama ini terkenal dengan kecanggihannya menahan serangan. Namun baru-baru ini Hamas berhasil membobol Iron Dome Israel tersebut.

Seperti diwartakan Suara.com sebelumnya, Hamas melancarkan serangan umum ke Selatan Israel pada Sabtu 7 Oktober 2023 waktu setempat.

Serangan Hamas ini membuat Israel kocar-kacir dengan gempuran ribuan roket. Bahkan Iron Dome Israel tak mampu menahannya.

Keberhasilan Hamas ini memantik pertanyaan, bagaimana bisa Iron Dome - sistem pertahanan anti-misil Israel - tak mampu mengatasi roket-roket murahan dari Jalur Gaza?

Bagaimana Hamas mampu memiliki roket dalam jumlah besar tanpa terendus intelijen Israel. Intelijen yang terkenal canggih dengan teknologi mutakhir.

Pemerintah dan intelijen Israel kini sedang berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan di atas. Bagaimana mereka bisa kecolongan dengan serangan Hamas kemarin.

Satu yang pasti, serangan umum Hamas ke Israel akhir pekan kemarin adalah pukulan telak bagi intelijen serta militer Israel.

Selain itu bagaimana Iron Dome Israel yang terkenal canggih menangkis serangan misil dan roket bisa kebobolan oleh Hamas?

Kelemahan Iron Dome

baca juga

Sebelumnya serangan roket Hamas tak pernah menjadi masalah berat bagi Israel setelah menerapkan teknologi Iron Dome.

Penerapan sistem pertahanan udara mobile, Iron Dome ini bermanfaat dalam merontokkan serangan roket jarak pendek yang ditembakan ke Israel.

Iron Dome Israel dikemangkan perusahaan lokal, Rafael Advanced Defense Systems. Teknologi terdiri dari tiga komponen.

Mulai dari radar untuk mendeteksi roket lawan, sistem kendali dan manajemen senjata. Juga terakhir peluncur roket Tamir untuk mencegat roket lawan.

Lebih dari 12 tahun terakhir ini Iron Dome efektif menjaga wilayah Israel dari serangan roket Hamas hingga Hizbullah di Lebanon.

Namun bereda dengan serangan umum pada 7 Oktober 2023 kemarin. Pertahanan canggih ini kebobolan serangan misil Hamas.

Sejumlah analis menilai, Hamas sudah mengetahui kelemahan Iron Dome, mempelajarinya dan memanfaatkannya dalam serangan pada Sabtu dan Minggu kemarin.

Hamas tampaknya sudah tahu, peluncur roket Iron Dome tak mampu mengatasi tembakan roket dalam jumlah banyak dan yang ditembakan dalam waktu bersamaan.

Kelemahan Iron Dome Israel ini terletak pada jumlah peluncur roket Tamir yang terbatas. Juga waktu untuk mengisi ulang roket ke dalam peluncurnya.

Serangan umum Hamas ke Israel kemarin dimulai sejak Sabtu dini hari dengan gempuran roket. Ribuat roket Hamas diluncurkan selama serangan tersebut,

Menurut analisis perusahaan keamanan asal Inggris, Janes, Hamas menembakkan 3000 roket ke Israel hanya dalam tempo dua hari.

Sebagai perbandingan, dalam serangan pada Mei 2021 lalu, Hamas menembakan 4.360 unit roket ke Israel dalam waktu 15 hari. 

Ketika itu, Hamas tampaknya sudah mendeteksi kelemahan Iron Dome, terutama ketika mereka menembakkan 100 roket dalam hitungan menit saja.

Hamas Dapat Senjata baru dari Iran

Selain jumlah memanfaatkan jumlah roket yang banyak, Janes juga menilai kalah Hamas telah menggunakan sistem roket yang baru.

Yakni sistem roket yang dinamai Rajum, merupakan jenis roket jarak pendek yang lebih sulit untuk dicegat Iron Dome Israel.

Selain itu, Hamas juga dilaporkan telah menggunakan drone-drone kecil yang bisa menjatuhkan bom ke posisi tentara Israel. 

Hamas diduga telah mencontek penggunaan drone dalam perang Ukraina - Rusia.

Tidak hanya itu, dalam serangan Sabtu Hamas menggunakan berbagai jenis roket dan sistem misil - baik sudah usang maupun yang terbaru. 

Roket Hamas itu harganya sangat murah, karena belum dilengkapi teknologi kendali jarak jauh.

Dengan kata lain, roket yang digunakan Hamas adalah "roket bodoh" tetapi tetap saja mematikan. Roket-roket ini juga ditembakan menggunakan sistem peluncur sederhana.

Sebagian besar roket Hamas dibawa dalam bentuk komponen-komponen ke Gaza dan dirakit sendiri oleh Hamas. 

Menurut analis tersebut, Iran adalah pemasok utama persenjataan Hamas. Termasuk roket Hamas yang digunakan untuk membobol Iron Dome Israel.

Selain itu, senjata untuk Hamas juga diselundupkan dari Suriah dan Libya. Ada pula senjata yang dirampas atau dicuri dari Israel sendiri.

Israel bersama Mesir selama bertahun-tahun telah berusaha mencegah penyelundupan senjata dan bahan baku roket ke Gaza, tetapi belum berhasil juga.

Hamas memiliki jaringan terowongan bawah tanah yang digunakan untuk menyelundupkan senjata dan bahan pokok dari luar. 

Israel juga telah menghancurkan terowongan bawah tanah sepanjang 100 km dengan dalam 60 meter di Gaza pada 2021 lalu.

Diyakini Hamas masih memiliki jaringan terowongan lain yang belum terdeteksi Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beredar Video Yahudi Ludahi Peziarah Kristen di Yerusalem, Tuai Kecaman Publik hingga Pejabat

Beredar Video Yahudi Ludahi Peziarah Kristen di Yerusalem, Tuai Kecaman Publik hingga Pejabat

Deli | Kamis, 05 Oktober 2023 | 13:17 WIB

Terkini

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:44 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:42 WIB

Niat Curhat ke Sahabat untuk Cari Ketenangan, Ujungnya Malah Jadi Adu Nasib

Niat Curhat ke Sahabat untuk Cari Ketenangan, Ujungnya Malah Jadi Adu Nasib

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:41 WIB

HUT ke-81 RI, Wamendagri Wiyagus Dorong Aparatur Junjung Semangat Juang dan Sportivitas

HUT ke-81 RI, Wamendagri Wiyagus Dorong Aparatur Junjung Semangat Juang dan Sportivitas

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:40 WIB

5 Fakta Menarik Ggeomeoksali: Pemberi Warna di Tengah Gelapnya Drama The East Palace

5 Fakta Menarik Ggeomeoksali: Pemberi Warna di Tengah Gelapnya Drama The East Palace

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:40 WIB

×