SUARA DENPASAR - Kasus pencurian cokelat yang berujung intimidasi karyawan Alfamart memang sudah berakhir dengan damai.
Tapi, ada secuil cerita yang cukup menarik dari awal postingan permintaan maaf Amelia, karyawan Alfamart saat diintimidasi Mariana.
"Saya karyawan Alfamart ingin mengklarifikasi video yang tersebar di media sosial. Karena sudah ada kesalahpahaman di antara kita berdua dan telah merugikan ibu Mariana, dan saya memohon maaf kepada ibu Mariana atas video yang tersebar kemarin. Dan alhamdulillah hari ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan," demikian bunyi dalam video permintaan maaf yang tersebar di medsos.
Video klarifikasi itu sontak ramai menjadi perbincangan warganet. Banyak di antara mereka geram dan menilai hal ini tidak adil bagi karyawan Alfamart.
Di tambah lagi pernyataan Alfamart yang awalnya akan mengambil langkah hukum selanjutnya jika diperlukan.
Mengambangnya pernyataan Alfamart terkait karyawannya diancam dengan UU ITE membuat publik geram.
Bahkan, warganet membuat gerakan akan memboikot Alfamart juga tidak berani tegas membela karyawannya menanggapi video klarifikasi yang viral dan ditonton 2,7 juta kali dan 46.200 kali dibagikan.
"Gaji mereka banyak potongan pula, kalau barang hilang mereka yang tanggung," tulis akun pempekteri "Kalau sampai mbaknya diberhentikan kerja, seumur hidup gue nggak akan belanja lagi di Alfamart," komentar Jheje76
"Apakah Alfamart butuh menunggu kesaktian netizen +62 untuk rame-rame teriak boikot depan toko ritel Alfa?" tambah mayasuara_ "Turut prihatin, moga cepet selesai dengan cara damai ya. Lagian tuh konsumen kalau mampu ngapain sih panjang tangan? Memalukan!" cuit AyuJarianSe7
"Ini kelewatan. Orang yang ketahuan ngutil malah berbalik menekan karyawan Alfamart hanya karena mampu menyewa pengacara. Alih-alih dia yang minta maaf, malah mbak Alfamart yang harus minta maaf," tulis pemilik akun @zoelfick yang membagikan kembali video tersebut.
Pihak Alfamart pun telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kasus tersebut melalui akun Twitter @alfamart pada 15 Agustus. Alfamart membenarkan kejadian yang menimpa karyawannya. Sebelum akhirnya akan menempuh langkah hukum dan menggandeng Hotman Paris.