Suara Denpasar -Penyidik Mabes Polri membongkar nama-nama yang melakukan pengerusakan bukti vital berupa rekaman kamera CCTV di seputar lokasi.
Tidak tanggung-tanggung yang melakukan perintah langsung dalam kasus ini adalah Irjen Ferdy Sambo langsung.
Selain Ferdy Sambo yang menjadi tersangka utama pembunuhan Brigadir J ada nama perwira tinggi lainnya yang terlibat.
Perwira bintang satu ini adalah Brigjen HK yang turut serta dalam perintah untuk melakukan pengerusakan dan pemindahan.
Selain melibatkan perwira tinggi (pati), perintah langsung juga datang dari perwira menengah berpangkat AKBP yakni AN.
Hal ini diungkap langsung oleh Timsus Polri pada Jumat 19 Agustus 2022 terkait perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J.
Mabes Polri dalam mengungkap kasus pengerusakan kamera CCTV ini membagi lima klaster terkait dugaan obstruction of justice atau menghalangi penyidikan terkait kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua atau Brigadir J.
"Pertama, adalah Kompleks Aspol Duren Tiga. Kita sudah periksa tiga orang. Yaitu saudara N, M dan saudara AZ," ungkap Direktur Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Asep Edi Suheri kepada wartawan, Jumat (19/8/2022) dilansri PMJnews.
Klaster kedua, kata Asep, pengambilan DVR CCTV. Empat orang diperiksa terkait hal ini.
Baca Juga: Ini Identitas 6 Polisi yang Halangi Penyidikan Pembunuhan Brigadir J, Ada yang Bintang 1
"Selanjutnya klaster kedua, yang melakukan pengambilan DVR CCTV. Kita sudah melakukan pemeriksaan sebagai saksi empat orang. Yaitu saudara AF, AKP IW, AKBP AC dan Kompol AM," jelasnya.
Klaster ketiga yakni terkait transmisi data CCTV dan pengerusakan. Ada tiga orang yang diperiksa yaitu tiga orang sudah dilakukan pemeriksaan. Kompol PW, Kompol CP dan AKBP AM.
Kemudian dalam klaster keempat adalah terkait mereka yang memberi perintah.
Irjen Ferdy Sambo termasuk yang memerintahkan pemindahan dan pengerusakan CCTV tersebut.
"Dan klaster keempat adalah yang menyuruh melakukan. Begitu memindahkan dan perbuatan lainnya. Irjen FS, Brigjen HK dan juga AKBP AN," ungkapnya.
Adapun klaster kelima ada empat orang yang diperiksa. Keempatnya adalah polisi.
Empat nama itu adalah AKP DA, AKP RS, AKBP RRS, Bripda DR. *