Dia mengatakan, pemeriksaan lie detector yang dilakukan di Indonesi menggunakan teknik atau metode pertanyaan. Dia mengatakan, akurasi dari form pertanyaan ini di atas 93 persen.
Tahapan Pemeriksaan Poligraf
Agung menjelaskan, ada beberapa tahapan dalam pemeriksaan menggunakan poligraf. Yaitu:
Tahap pertama: terperiksa akan diwawancara dulu oleh pemeriksa. Tujuannya untuk memastikan subjek secara jasmani dan rohani, membangun hubungan untuk menyamakan bahasa dan empati, mengetahui latar belakang sosial terperiksa, menjelaskan prinsip kerja alat.
Pemeriksa kemudian mempelajari terperiksa dan bahasa tubuh terperiksa, menyamakan kedudukan kasus, dan mempersiapkan pertanyaan dalam tes,
Tahan Kedua: Sebelum pemeriksaan poligraf dimulai, pemeriksa akan menanyakan kesediaan terperiksa untuk dipasangi alat poligraf.
“Ini merupakan prosedur yang dilakukan dengan menjunjung HAM,” jelasnya.
Tahap Ketiga: Pemeriksan bisa berlangsung dalam 3-6 jam. Hasil dari poligraf berupa grafik yang nantinya akan dituangan ke dalam form hand scoring dan dilakukan analisis sebagai hasil pendapat ahli berupa berita acara pemeriksaan.
“Ini lah salah satu metode scientific crime investigation yang dilakukan Polri untuk mengusut kasus penembakan Birgadir J secara transparan dan profesional,” pungkas dua. (*)
Baca Juga: Ferdy Sambo Dihadapkan dengan Lie Detector untuk Pertanyaan Super Penting