Vonis Ringan Edy Mulyadi soal Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Warga Dayak: Apa Perlu Pengadilan Jalanan?

Suara Denpasar

Senin, 12 September 2022 | 18:16 WIB
Vonis Ringan Edy Mulyadi soal Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Warga Dayak: Apa Perlu Pengadilan Jalanan?
Sidang terdakwa Edy Mulyadi kasus pernyataan 'Kalimantan tempat jin buang anak' ricuh karena putusannya dianggap terlalu ringan, Senin (12/9/2022). (Suara.com)

Suara Denpasar – Vonis ringan yang dijatuhkan majelis hakim PN Jakarta Pusat atas terdakwa Edy Mulyadi kasus pernyataan ‘Kalimantan tempat jin buang anak’ membuat warga adat Dayak marah. Dengan emosional, mereka pun menanyakan apa perlu pengadilan jalanan?

Usai sidang memang sempat ricuh. Warga Dayak pun menduga majelis hakim sudah diintervensi dalam memutus ringan Edy Mulyadi.

“Kami tidak terima atas putusan hakim yang tidak menunjukkan keadilan,” kata Yakobus Kumis, Sekretaris Umum Majelis Adat Dayak Nasional yang hadir dalam sidang putusan Edy Mulyadi di Pn Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022).

Yakobus Kumis melanjutan, dalam persidangan sudah jelas bahwa Edy Mulyadi terbukti bersalah melakukan pidana atas pernyataannya yang menyebut ‘Kalimantan tempat jin buang anak’.

“Udah jelas fakta persidangan dia bersalah, sekarang ini diputus 7 bulan sesuai dengan tahanannya. Artinya kami menduga bahwa hakim sudah diintervensi,” katanya dengan nada tinggi di depan ruang sidang PN Jakarta Pusat.

“Hakim ini maunya rusuh aja Indonesia ini,” imbuhnya.

Sebelumnya majelis hakim PN Jakarta Pusat memutus Edy Mulyadi tidak terbukti melangar Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Artinya, dia tak terbukti menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong.

Edy Mulyadi juga dianggap tak terbukti melanggar Pasal 14 ayat (2) UU yang sama, yakni menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

Majelis hakim PN Jakarta Pusat yang diketuai Adeng AK dalam sidang Senin (12/9/2022) itu hanya menyatakan Edy Mulyadi terbukti bersalah sesuai Pasal 15 UU 1/1946, yaitu menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap yang menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

baca juga

Majelis Hakim pun menjatuhkan hukuman pidana selama 7 bulan 15 hari penjara. Karena lama hukuman penjara ini sudah sama dengan lamanya penahanan, majelis hakim pun meminta agar edy Mulyadi dikeluarkan dari tahanan.

Sontak, putusan majelis hakim PN Jakpus ini menimbulkan kericuhan di kalangan massa Dayak yang hadir dalam sidang dengan agenda putusan. Mereka berteriak bahwa putusan majelis hakim tidak adil.

"Tidak adil, putusan hakim ini tidak adil," teriak salah satu anggota MADN di ruang sidang usai putusan dibacakan majelis hakim.

Teriakan dari satu orang ini menancing teriak serupa dari massa yang lain higga suasanya ruang sidang menjadi memanas. Polisi dan petugas keamanan pun meminta massa tenang.

Untuk menghindari kejadian tak diinginkan, Edy Mulyadi kabur lewat pintu lagi, tidak lewat pintu utama ruang sidang.

Sekadar diketahui, Edy Mulyadi dihadapkan ke persidangan karena pernyataannya pada 2021 yang menyebut Kalimantan tempat jin buang anak. Pernyataan Edy Mulyadi sebagai kritik atas rencana memindahkan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke bagian Pulau Kalimantan. Lokasi IKN saat ini disebut Nusantara. (Suara.com/PMJNews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Dayak Ricuh usai Putusan Kasus Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Edy Mulyadi Kabur dari Pintu Lain

Warga Dayak Ricuh usai Putusan Kasus Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Edy Mulyadi Kabur dari Pintu Lain

Denpasar | Senin, 12 September 2022 | 17:22 WIB

Edy Mulyadi Tak Terbukti Buat Berita Bohong Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Hakim Minta Dikeluarkan dari Tahanan

Edy Mulyadi Tak Terbukti Buat Berita Bohong Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Hakim Minta Dikeluarkan dari Tahanan

Denpasar | Senin, 12 September 2022 | 16:13 WIB

Wow! Tangani Satu Kasus Dibayar Rp 200 Miliar, Segini Jumlah Harta Hotman Paris

Wow! Tangani Satu Kasus Dibayar Rp 200 Miliar, Segini Jumlah Harta Hotman Paris

Denpasar | Kamis, 08 September 2022 | 13:05 WIB

Terkini

Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat

Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat

Surakarta | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:09 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:06 WIB

Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet

Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:05 WIB

Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta

Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta

Bekaci | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:52 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban

Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:40 WIB

77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football

77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:36 WIB