Suara Denpasar - Berikut adalah transkip lengkap ucapan Ning Imaz atau Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra, putri kiai Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Sebagaimana diketahui, media sosial dihebohkan dengan unggahan akun twitter Eko Kuntadhi yang diduga menghina Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo.
Hal tersebut bermula dari cuitan Eko yang mengunggah potongan video Ning Imaz. Video lengkap tersebut diproduksi oleh NU Online.
Konteksnya, saat itu Ning Imaz sedang menjelaskan tentang tafsir Surat Ali Imran ayat 14. Video tersebut sempat diunggah di TikTok NU Online dengan judul thumbnail Lelaki di Surga Dapat Bidadari, Wanita Dapat Apa?
Akan tetapi, potongan video ini kemudian diunggah Eko. Namun dalam pongan video itu ada keterangan berupa ungkapan yang bernada kasar.
“Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan,” demikian tulisan atau caption yang ada dalam video dan diunggah Eko Kuntadhi.
Video itu lantas menadapat tanggapan dari Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir.
Dijelaskan bahwa Eko Kuntadhi boleh saja tidak sepakat dengan pendapat Ning Imaz, tetapi tidak perlu melabeli kata tolol. Tak lama kemudian, video itu dihapus.
Dikutip dari NU Online, video itu diunggah dengan judul menikah itu enak dengan durasi 12 menit.
Berikut transkrip lengkap penjelasan Ning Imaz terhadap Surat Ali Imran ayat 14 di dalam video yang diunggah Eko Kuntadhi di twitter:
Jadi sebetulnya orientasi kenikmatan tertinggi bagi laki-laki adalah perempuan. Makanya hadiahnya di surga nanti adalah bidadari. Tapi kalau perempuan tidak. Perempuan di surga nanti, kenikmatan tertingginya bukan laki-laki. Makanya tidak ada bidadara, tidak ada. Perhiasan, perempuan itu menyukai perhiasan. Hal-hal yang indah, karena dia sendiri perhiasan dan dia juga menyukai perhiasan.
Di surga nanti, perempuan diiming-imingi diberikan perhiasan yang luar biasa dan tidak bisa di-tashawur-kan keindahannya di dunia ini. Hanya bisa diketahui nanti di surga. Karena hal tersebut memang sudah ciptaannya demikian. Laki-laki orientasi tertinggi adalah perempuan. Hanya karena perempuan, laki-laki bisa menghalalkan cara. Betul atau tidak? Di sini laki-laki semua (jawab: betul. Semua tergantung imanmu).
Nah ini menunjukkan memang, bahkan nash Al-Qur’an juga begitu. Hubbusy-syahawati minannisa, perempuan dulu ini, wal banin, baru anak-anak. Baru harta dan tahta. Itu memang sudah nash-nya. Itu sebabnya mengapa di surga nanti adanya untuk laki-laki, bidadari, sedangkan untuk perempuan diberikannya perhiasan dan keindahan-keindahan yang lain.
Karena orientasi tertinggi bagi perempuan, itu bukan laki-laki. Tapi justru dunia ini. Makanya orientasi tertinggi bagi laki-laki, itu adalah perempuan. Karena dari perempuan, laki-laki bisa menghalalkan segala cara.
Demikian adalah penjelasan dan transkip lengkap Ning Imaz terkait video yang diunggah oleh Eko Kuntadhi.(Nu Online)