Suara Denpasar – AKBP Jerry Raimond Siagian (bukan Jerry Raymond Siagian), antek Ferdy Sambo sudah mendapati sanksi pecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dalam sidang Komisi Kode Etik Polri. Dia masih menyatakan banding. Namanya sempat masuk dalam diagram judi Konsorsium 303 dan Kaisar Sambo.
Di balik kasus Ferdy Sambo yang menyeret AKBP Jerry Raimond Siagian, juga ada isu yang sempat ramai. Bahkan, isu itu masuk dalam pertanyaan-pertanyaan sejumlah anggota Komisi III DPR RI saat rapat dengar pendapatan (RDP) dengan Kapolri.
Salah satu yang menanyakan adalah anggota Komisi III DPR adalah Arteria Dahlan. Dia juga membawa print diagram alir berisi nama-nama yang diduga terkait dengan Kaisar Sambo dan Konsorsium 303.
Dari banyaknya nama dalam diagram alir Konsorsium 303 dan Kaisar Sambo, ada nama AKBP Jerry Raimond Siagian. Dalam diagram itu, posisi Jerry juga tampak cukup vital. Jerry disebut sebagai koordinator konsorsium dan penghilang barang bukti.
“JRS memiliki jalur komunikasi dengan Konsorsium 303 yang mengelola Gelper, judi bola judi online di wilayah Surabaya, PIK (Jakarta), Pluit (Jakarta), Jambi dan Batam,” tulis diagram tersebut.
Dalam diagram juga disebutkan 6 nomor telepon yang disebut milik Jerry Raimond Siagian.
Dari diagram alir ini, disebut ada dua garis, yakni garis biru dan ungu. Garis biru adalah backing, dan garis ungu adalah aliran setoran dana.
Terlihat pada diagram, garis biru dari Ferdy Sambo kepada Jerry Siagian. Kemudian ada garis ungu dari staf bandar judi Akiet ke Jerry. Kemudian garis ungu dari Jerry ke Irjen Nico Afinta (Kapolda Metro Jaya), kemudian garis ungu dari Irjen Nico Afinto ke Irjen Ferdy Sambo.
Bahkan, pada diagram kedua yang khusus menyebut peran AKBP Jerry Raimond Siagian, disebutkan bahwa Jerry sebagai mantan bawahan Ferdy Sambo pernah menangani kasus 303 (judi) terkait Briptu Saldi di Jatim (2016), dan sebagai bawahan Nico Afinta di Dtreskrimum Polda Metro Jaya.
Diagram itu kemudian menyebut Jerry Raimond dengan tanda panah warna ungu dengan bandar judi Akiang (Batam), Akiet (Jakarta), Konsorsium Yoga (Jakarta), Konsorsium Jambi, Konsorsium Jatim, Konsorsium Jabar, Konsorsium Sumut.
“Perwira yang dikirim laporan setoran dari bandar judi online oleh Jerry Siagian antara lain: 1. Ferdy Sambo, 2. Nico Afinta, 3. Jerry RS, 4. Irjen Suwondo Nainggolan,” tulis dalam diagram kedua.
Pada diagram ketiga, Namanya juga tercantum lagi dalam Konsorsium Yoga.
Terkait dengan diagram ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun sempat memberikan penjelasan. Dia tidak menyanggah, namun tidak membenarkan.
“Terkait beberapa pertanyaan, khususnya terkait dengan masalah chart-chart (bagan-bagan), Pak, apakah betul Kaisar Sambo dan gengnya, terkait dengan masalah Konsorsium (303), demikian juga dengan chart yang lain, jadi saat ini kami sedang lakukan pendalaman, Pak. Jadi Propam saya minta melakukan pendalaman,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, 24 Agustus 2022 lalu.
Sekadar diketahui, AKBP Jerry Raimond Siagian merupakan mantan Wadirreskrimum Polda Metro Jaya. Pada 10 September 2022 lalu, sidang KKEP menjatuhkan sanksi pemecatan dari Polri. Hakim sidang KKEP menyatakan dia terbukti melakukan perbuatan tercela.
“Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai anggota Polri,” demikian amar putusan hakim sidang KKEP melalui Youtube Polri TV.
Selain pemecatan, antek Ferdy Sambo ini mendapat sanksi adminisitratif berupa penempatan khusus (patsus) selama 29 hari, dari 11 Agustus – 9 September 2022 di Rutan Mako Brimob Polri yang sudah dijalani.
AKBP Jerry Raimond Siagian terlibat pelanggaran berat usai kasus pembunuhan Brigadir Joshua. Dia dianggap tidak profesional dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir Joshua.
Di antaranya, dia mengambil alih laporan kasus skenario dugaan pelecehan dan percobaan pembunuhan yang dilaporkan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo. Kemudian meningkatkan laporan ini ke penyidikan. Padahal, laporan Putri itu hanya fiktif, bahkan dihentikan Bareskrim Polri.
Dia juga mengintervensi LPSK agar Putri segera mendapat perlindungan sebagai korban dugaan kekerasan seksual dan ancaman pembunuhan. Satu ‘dosa besar’ Jerry lainnya adala menghilangkan barang bukti (BB) pembunuhan Brigadir Joshua.
Sosok AKBP Jerry Raimond Siagian
AKBP Jerry Raimond Siagian adalah perwira menengah kelahiran Medan 23 Agustus 1978. Dia lulus Akademi Kepolisian (Akpol) 2001. Dia mengawali karier kepolisian di wilayah hukum Polda DI Yogyakarta. Bahkan pernah jadi Spri (staf pribadi) Kapolda DIY pada 2007.
Pada 2014, dia tercatat sebagai Kanit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kemudian menjadi Kasubdit IV Direskrimum Polda Metro Jaya pada Juni 2018.
Sekadar diketahui, pada tahun 2015 Ferdy Sambo (waktu itu masih AKBP) menjadi Wadirreskrimum Polda Metro Jaya sampai 2016. Dengan demikian, Jerry adalah anak buah Ferdy.
Maka, Ferdy dan Jerry adalah anak buah Tito Karnavian yang menjadi Kapolda Metro Jaya pada 2015 sampai 2016. Tito menjadi Kapolri pada tahun 2016 sampai 2019. Ferdy Sambo menjadi Koorspripim Kapolri pada 2018-2019.
Ferdy Sambo menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri pada 2019, kemudian jadi Kadiv Propam Polri paada 2020. Jerry Siagian pun menjadi Wadirreskrimum Polda Metro Jaya sejak Juli 2021, jabatan yang pernah disandang Ferdy Sambo pada 2015-2016. (*)