Suara Denpasar - Sebanyak 127 orang menjadi korban dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Jatim, Sabtu (1/10/2022). Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu berakhir duka.
Ada sejumlah fakta dalam peristiwa kelam sejarah sepakbola Indonesia ini. Fakta tersebut meliputi Panpel yang mencetak tiket lebih dari kapasitas hingga polisi tembakkan gas air mata. Berikut adalah fakta lengkapnya.
1. Panpel Cetak Tiket Lampaui Kapasitas

Daam laga laga bertajuk Derby Jatim itu, panitia pelaksana disebut mencetak tiket yang melampaui kapasitas. Hal tersebut diungkapkan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD.
Sebelum laga, kata dia, aparat sudah mengusulkan agar tiket dicetak sesuai kapasitas. Akan tetapi, sebanyak 42 ribu tiket dicetak dari harusnya 38 ribu.
"Akan tetapi usul itu tidak dilakukan oleh Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Tiket yang dicetak jumlahnya 42.000," kata Mahfud MD di unggahan instagramnya, Minggu.
2. Main Malam
![Ratusan Aremania mendatangi RS Wava Husada, Kabupaten Malang usai kerusuhan Stadion Kanjuruhan pada laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022). [Binar Gumilang/TIMES Indonesia]](https://media.suara.com/suara-partners/denpasar/thumbs/1200x675/2022/10/02/1-ratusan-aremania-mendatangi-rs-wava-husada-kabupaten-malang-usai-kerusuhan-stadion-kanjuruhan-pada-laga-arema-fc-vs-persebaya-pada-sabtu-1102022-foto-binar-gumilangtimes-indonesia.jpg)
Selain jumlah tiket yang dicetak, dia juga menyoroti laga yang digelar pada malam hari. Padahal, banyak usulan seharusnya laga yang berpotensi panas ini digelar pada sore hari.
"Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000," kata dia.
Sementara itu Ketua Panpel Arema, Abdul Haris dilansir dari Wearemania.net., mengatakan sudah menyarankan agar laga digelar pada sore hari. Akan tetapi PT LIB selaku operator liga menolaknya dan tetap digelar pada pukul 20.00 WIB.
Dia mengatakan sudah mengajukan perubahan jadwal sesuai surat yang dikirimkan Polres Malang. Semula kick-off pukul 20.00 WIB dan pihaknya minta diajukan menjadi pukul 15.30 WIB.
“Berdasarkan surat dari PT LIB, jawaban mereka ternyata kick-off laga Arema vs Persebaya tetap pukul 20.00 WIB,” kata dia.
Kembali ke Mahfud MD, pemerintah menyesalkan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik.
Dia juga mengucapkan rasa duka kepada keluarga korban dan berharap keluarga bersabar.
Dia menegaskan tragedi ini bukan bentrok antar suporter Persebaya dengan Arema karena suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton.
"Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar suporter," kata dia.
3. Polisi Tembak Gas Air Mata
![Polisi tembak gas air mata di Stadion Kanjuruhan Malang [Antara]](https://media.suara.com/suara-partners/denpasar/thumbs/1200x675/2022/10/02/1-kericuhan-pasca-pertandingan-arema-melawan-persebaya-011022-abs-1.jpg)
Fakta ketiga adalah polisi menembakkan gas air mata di dalam stadion. Hal tersebut diakui Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta.
Dia menjelaskan, awalnya laga berjalan dengan aman dan tertib. Namun berubah menjadi tragedi setelah laga berakhir.
Ribuan suporter menginvasi lapangan. Hal itu membuat kepolisian mencoba membubarkan massa. Salah satunya dengan menembakkan gas air mata.
"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, tim medis pun mencoba menolong," kata Nico dikutip dari Antara News, Minggu (10/2/2022).
4. Suporter Invasi Lapangan
![Arema FC - Kerusuhan Kanjuruhan [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]](https://media.suara.com/suara-partners/denpasar/thumbs/1200x675/2022/10/02/1-arema-fc-kerusuhan-kanjuruhan.jpg)
Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta mengatakan setelah laga berakhir, suporter invasi ke lapangan. Mereka hendak meluapkan kekecewaan karena kalah dari Persebaya.
Saat laga digelar, ada 40 ribu suporter yang hadir untuk menyaksikan Arema FC Vs Persebaya. Akan tetapi, tidak semua melakukan invasi ke lapangan.
"Tidak semuanya kecewa, hanya sebagian saja, sekitar 3000-an yang berusaha masuk ke lapangan, sedangkan yang lain tetap diam di atas tribun," kata Nico.
Dia menegaskan pertandingan ini berjalan lancar dan damai, hingga setelah pertandingan terjadi kekecewaan penonton yang melihat tim kesayangannya yang tak pernah kalah (dari Persebaya) di kandang selama 23 tahun ternyata kalah malam ini. Kekecewaan itu membuat mereka masuk ke lapangan untuk mencari pemain dan official.
"Untuk menanyakan kenapa sampai kalah atau untuk melampiaskan kekecewaan.”