Tragedi Kanjuruhan: Karena Gas Air Mata, Suporter Menumpuk, Sesak Napas-Kekurangan Oksigen

Suara Denpasar

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:19 WIB
Tragedi Kanjuruhan: Karena Gas Air Mata, Suporter Menumpuk, Sesak Napas-Kekurangan Oksigen
Tragedi Kanjuruhan: Karena Gas Air Mata, Suporter Menumpuk, Sesak Napas-Kekurangan Oksigen (Kolase Antara)

Suara Denpasar - Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta mengakui ada penumpukan suporter di pintu 10 dan 12 Stadion Kanjuruhan Malang setelah gas air mata ditembakkan. Akibatnya, mereka sesak napas dan kekurangan oksigen. 

Dia mengatakan tim medis kemudian berupaya menolong dan mengevakuasi suporter yang terluka ke rumah sakit.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, tim medis pun mencoba menolong," kata Nico dikutip dari Antaranews, Minggu (10/2/2022).

Dia mengatakan saat laga tersebut ada 40 ribu suporter yang hadir untuk menyaksikan Arema FC Vs Persebaya. Menurutny, tidak semua melakukan invasi ke lapangan.

"Tidak semuanya kecewa, hanya sebagian saja, sekitar 3000-an yang berusaha masuk ke lapangan, sedangkan yang lain tetap diam di atas tribun," kata Nico. 

Dia menjelaskan laga derby Jatim ini berjalan aman dan kondusif. Akan tetapi menjadi tragedi setelah pertandingan usai. 

Ribuan Aremania berupaya masuk ke lapangan menghampiri tim Arema yang berada di tengah lingkaran kick off. Penonton, kata dia, kecewa karena tim kesayangannya kalah dari Persebaya.


“Pertandingan ini berjalan lancar dan damai, hingga setelah pertandingan terjadi kekecewaan penonton yang melihat tim kesayangannya yang tak pernah kalah (dari Persebaya) di kandang selama 23 tahun ternyata kalah malam ini,” kata Nico.

Dia menegaskan rasa itu menggerakkan massa suporter untuk masuk ke lapangan untuk mencari pemain dan offisial.

baca juga

"Untuk menanyakan kenapa sampai kalah atau untuk melampiaskan kekecewaan.”

Hingga saat ini tercatat 127 orang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. PSSI memastikan Liga Indonesia dihentikan sementara selama satu pekan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berujung Tragedi Kanjuruhan, Mengapa Polisi Tembakkan Gas Air Mata?

Berujung Tragedi Kanjuruhan, Mengapa Polisi Tembakkan Gas Air Mata?

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Terungkap, PT LIB Ternyata Tolak Main Sore Laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya

Terungkap, PT LIB Ternyata Tolak Main Sore Laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 08:19 WIB

Tragedi Kanjuruhan Sebabkan 127 Korban Jiwa, Harus Ada yang Bertanggung Jawab!

Tragedi Kanjuruhan Sebabkan 127 Korban Jiwa, Harus Ada yang Bertanggung Jawab!

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 08:07 WIB

Luis Milla Ketar-ketir Jelang Persib Bandung Vs Persija Jakarta, Terpaksa Coret Dua Bintang Timnas Indonesia?

Luis Milla Ketar-ketir Jelang Persib Bandung Vs Persija Jakarta, Terpaksa Coret Dua Bintang Timnas Indonesia?

Denpasar | Rabu, 28 September 2022 | 17:32 WIB

Terkini

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:49 WIB

15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?

15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:39 WIB

Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala

Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:30 WIB

Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku

Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku

Lampung | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:21 WIB

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:18 WIB

Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China

Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:15 WIB

Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal

Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:10 WIB

×