denpasar

Bukan Bentrok Antarsuporter, Ternyata Ini Awal Mula Pencetus Tragedi Kanjuruhan, Ulah Siapa?

Suara Denpasar Suara.Com
Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:38 WIB
Bukan Bentrok Antarsuporter, Ternyata Ini Awal Mula Pencetus Tragedi Kanjuruhan, Ulah Siapa?
Laga duel Arema FC dan Persebaya yang jadi cikal bakal Tragedi Kanjuruhan (Twitter)

Suara Denpasar - Stadion Kanjuruhan Malang kini menjadi saksi bisu atas tragedi yang mengakibatkan ratusan korban pada Sabtu (1/10/2022). Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dan 180 orang lainnya harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.

Duel antara Arema FC dan Persebaya bertajuk derbi Jawa Timur itu tak disangka menjadi cikal bakal terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang disebut-sebut merupakan tragedi stadion sepak bola paling mengerikan di dunia setelah tragedi di Estadio Nacional, Lima, Peru pada tahun 1964.

Menilik dari sejarah perseteruan sengit antara suporter Arema FC dan Persebaya, tampaknya hal ini lumrah terjadi. Namun pemerintah menegaskan bahwa Tragedi Kanjuruhan bukanlah aksi bentrok antarsuporter.

Pasalnya dalam laga tersebut, pendukung Persebaya tak diperkenankan menonton di Stadion Kanjuruhan Malang. Hanya pendukung Arema FC yang dapat menonton secara langsung pertandingan. 

"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antarsuporter Persebaya dengan Arema," jelas Mahfud kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).

Oleh karena itu, Mahfud MD menegaskan bahwa korban meninggal dunia dan luka-luka lebih disebabkan karena aksi kericuhan yang tak terelakkan. 

"Oleh sebab itu para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak napas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter," kata Mahfud.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengungkap tak ada permasalahan sampai pertandingan selesai digelar.

Proses pertandingan tidak ada permasalahan hingga selesai," ujar Irjen Nico, Minggu (2/10/2022).

Baca Juga: Polisi Dikecam Usai Tembak Gas Air Mata ke Tribun Penonton Stadion Kanjuruhan

Disebutnya lagi, masalah justru timbul seusai pertandingan yang berawal dari kekecewaan suporter Arema FC karena tim kesayangannya kalah. 

Apalagi, sepanjang sejarah, Arema FC tidak pernah kalah selama 23 tahun bertanding. 

"Selama 23 tahun bertanding (Arema) tidak pernah kalah namun pada malam ini kalah dengan Persebaya," ucapnya lagi.

Kekesalan itulah yang kemudian membuat beberapa penonton justru merangsek masuk ke lapangan untuk berusaha menemui pemain dan official guna melampiaskan kekecewaannya. 

Namun karena situasi berubah menjadi semakin ricuh, polisi akhirnya membuat kondisi semakin keruh lantaran menyemprotkan gas air mata ke arah massa dan tribun. 

Hal inilah yang kemudian membuat massa pergi ke satu titik keluar. Namun naas, terjadi penumpukan akibat banyaknya massa yang berebut menyelamatkan diri. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI