Suara Denpasar- Sanksi yang bakal diterima Arema FC kini sudah tidak lagi dihiraukan oleh manajemen skuat berjuluk Singo Edan ini.
Hal tersebut buntut meletusnya kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang yang sampai menewaskan lebih dari 125 supoter.
Ancaman sanksi keras dari PSSI bahkan hukuman tengah mengintai Arema FC.
Terkait hal ini, manajemen Arema FC kini tengah fokus terhadap para korban atas tragedi berdarah ini.
Manajer tim Arema FC Ali Rifki mengatakan manajemen tidak mempedulikan sanksi yang bakal diterima.
"Saya dari manajemen tidak peduli dan tidak memikirkan sanksi. Yang kami pikirkan keluarga korban dan korban yang akan kita datangi satu per satu," ujarnya, Minggu (2/10).
Kata dia tidak ada yang menginginkan adanya kejadian tersebut, dirinya sendiri saat kejadian juga turut membantu korban, bahkan korban meninggal dunia.
Sambil terisak dia bercerita jika saat kejadian banyak yang membantu para korban yang jumlahnya sangat banyak. Termasuk dirinya yang ikut membantu mengangkat jenazah suporter.
"Turut berduka cita, sesuatu hal yang tidak kita inginkan bersama. Banyak yang meninggal, saya ikut mengangkat jenazah," jelasnya.
Baca Juga: Warganet Luapkan Kemarahan Terhadap Akun Polres Malang yang Miliki Motto Polisi Adem
Manajemen berencana untuk mendatangi rumah duka bersama para pemain Arema FC.
Ali Rifki menyebut manajemen dan pemain syok dengan kericuhan yang terjadi hingga merenggut seratusan korban jiwa tersebut.
"Saya kira tim semua, pemain, syok semua. Semua tidak menginginkan ini," katanya. ***