Suara Denpasar - Mayoritas korban meninggal dunia dalam Tragedi Janjuruhan Malang yakni 131 orang yang merupakan usia-usia muda, bahkan sampai ada yang usia 4 tahun.
Atas tragedi ini, pendampingan juga dilakukan untuk para orangtua yang kehilangan anak-anak mereka.
Kali ini pendampingan juga diharapkan kepada keluarga, terlebih korban yang meninggal bahkan banyak juga yang anak-anak.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah akan memaksimalkan pelayanan pemulihan trauma atau trauma healing terhadap keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan.
"Insya Allah akan kami beri pelayanan maksimal sehingga dampak negatif dari tragedi Kanjuruhan itu dapat ditekan semaksimal mungkin. Kami akan cek semua perkembangan pelayanan trauma healing," katanya, Senin (10/10).
Data terbaru yang dirilis, dari 131 orang meninggal dunia, ada 70 orang merupakan usia anak-anak dan remaja yakni 4 tahun kemudian 11 sampai 20 tahun.
"Korban yang meninggal berusia muda, pasti sangat memukul (kondisi) orang tuanya, sehingga harus ada penyembuhan trauma dan tidak hanya mereka yang menonton saja, tapi juga keluarga akan didampingi tim," tuturnya.
Ia mengatakan tim trauma healing itu telah disediakan dari Kementerian Kesehatan,
Kementerian Sosial dan perguruan tinggi, sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan yang prima kepada korban dan keluarganya.
Jika ada keluarga yang terdampak ekonomi, misalnya korban meninggal adalah tulang punggung ekonomi keluarga maka pemerintah akan memberikan bantuan sosial dengan skema Program Keluarga Harapan (PKH) dan juga dana desa untuk meringankan beban korban keluarga. (ANTARA). ***