Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
Ade Armando mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (Suara.com/Syahda)
  • Ade Armando resmi mengundurkan diri dari PSI pada Selasa, 5 Mei 2026, di Kantor DPP PSI, Jakarta.
  • Keputusan ini diambil setelah Ade dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan penghasutan dalam polemik Jusuf Kalla.
  • Pengunduran diri dilakukan untuk mencegah dampak negatif pelaporan tersebut meluas kepada institusi partai serta Presiden Jokowi.

Suara.com - Sebuah kejutan besar mengguncang internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kader vokal sekaligus pegiat media sosial, Ade Armando, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari partai berlambang gajah.

Langkah drastis ini diambil tepat setelah Ade dilaporkan oleh aliansi 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut merupakan buntut dari pernyataannya di media sosial yang dinilai memprovokasi terkait polemik ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).

“Melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama,” tegas Ade di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Keputusan ini memicu tanda tanya besar: Apakah ini murni pengorbanan personal, atau ada strategi politik besar di baliknya?

Menjadi 'Bunker' untuk Partai

Ade Armando bergabung dengan PSI sejak 11 April 2023. Namun, perjalanannya selama tiga tahun terakhir tak pernah sepi dari kontroversi. Sadar dirinya kerap menjadi magnet serangan publik, Ade memilih mundur agar jika ada badai hukum yang menerjangnya tidak ikut menenggelamkan partai.

Infografis Ade Armando mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (Suara.com/Syahda)
Infografis Ade Armando mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (Suara.com/Syahda)

Ade membantah segala tudingan yang dialamatkan kepadanya, terutama terkait dugaan fitnah terhadap Jusuf Kalla.

“Misalnya saja saya sengaja menghasut, memprovokasi atau bahkan ada tuduhan saya berfitnah Pak JK (Jusuf Kalla) dan seterusnya. Buat saya tidak ada satupun dari pelaporan tersebut yang bisa saya terima, yang saya anggap memang terjadi, itu bagi saya bahkan sebagian dari pernyataan itu adalah fitnah,” ungkapnya.

Meski merasa benar, ia tetap pada pendiriannya untuk hengkang.

“Tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama,” kata Ade.

Mencegah Efek Domino ke Jokowi

Petinggi PSI nampaknya satu suara dengan Ade. Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, membeberkan bahwa diskusi panjang telah dilakukan sebelum akhirnya melepas Ade Armando.

Menurutnya, serangan masif yang menyasar Ade dikhawatirkan akan merembet ke tokoh-tokoh besar di belakang PSI, termasuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Ali menjelaskan bahwa keterkaitan PSI dengan figur Jokowi—mengingat Kaesang Pangarep adalah Ketua Umumnya—membuat setiap langkah kadernya menjadi sangat sensitif.

“Kalau secara personal mungkin Pak Ade tetap biasa menghadapi itu. Tapi ini bisa jadi, menurut analisa Pak Ade bahwa ini nanti bisa akan meluas ke partai, bahkan nanti bisa terhubung juga ke Pak Jokowi. Selalu dihubungkan ke situ,” jelas Ali.

PSI Ingin 'Wajah Baru' yang Lebih Moderat?

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, melihat mundurnya Ade Armando sebagai sinyal kuat adanya reposisi politik. PSI tampaknya sedang mencoba mencuci citra dari kesan 'partai pembuat gaduh' menjadi partai yang lebih moderat untuk mengamankan ceruk suara.

"Iya, PSI sepertinya lebih memilih jalur aman (moderat)," ujar Arifki kepada Suara.com.

Menurutnya, jika PSI terus menggendong beban kontroversi Ade Armando, hal itu akan menjadi blunder elektoral di kantong-kantong suara tertentu.

"Jika PSI ikut terlibat dalam isu itu, maka PSI secara tidak langsung juga mempersulit diri di kantong suara itu," kata dia.

Pengamat: Mundurnya Ade Bukan 'Obat Mujarab'

Namun, pandangan berbeda datang dari pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga.

Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyampaikan pihaknya telah berdiskusi panjang dengan Ade Armando sebelum menerima pengunduran dirinya sebagai kader PSI. (Foto dok. PSI)
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyampaikan pihaknya telah berdiskusi panjang dengan Ade Armando sebelum menerima pengunduran dirinya sebagai kader PSI. (Foto dok. PSI)

Ia menilai mundurnya Ade adalah hasil kesepakatan di balik layar untuk meredam kritik publik.

"Mundurnya Ade Armando dari PSI tampaknya bagian dari strategi politik. Jadi mundurnya Ade Armando tampaknya kesepakatan antara dirinya dengan internal PSI. Bila Ade bukan lagi kader PSI, diharapkan suara minor terhadap partai akan minimal," ujar Jamiluddin.

Hanya saja, Jamiluddin meragukan langkah ini akan berhasil memperbaiki citra PSI secara instan. Baginya, masalah PSI jauh lebih kompleks daripada sekadar kontroversi Ade Armando, terutama terkait kepemimpinan Kaesang Pangarep.

"Kritik terhadap PSI bukan semata karena Ade Armando ada kasus dengan Jusuf Kalla. Kasus terhadap PSI datang dari banyak arah, termasuk Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI. Kaesang dinilai bukanlah sosok yang pas menjadi Ketua Umum PSI. Kaesang bahkan dinilai tidak cukup kapasitasnya untuk menjadi ketua umum," kata dia.

Bahkan, Jamiluddin memperingatkan bahwa langkah mundur ini bisa menjadi bumerang.

"Sebab, mundurnya Ade Armando bisa dinilai sebagai bagian dari pengalihan isu untuk meminimalkan kritik terhadap PSI," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Berapa Kekayaan Grace Natalie? Kini Dipolisikan oleh 40 Ormas Islam

Berapa Kekayaan Grace Natalie? Kini Dipolisikan oleh 40 Ormas Islam

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:15 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana

Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:16 WIB

Terkini

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB