Parpol Sudah Nafsu Deklarasikan Capres, Fahri Hamzah Sebut Mulai Ada Polarisasi, Mungkinkah Ada Kecebong vs Kampret Jilid II?

Suara Denpasar Suara.Com
Selasa, 11 Oktober 2022 | 12:09 WIB
Parpol Sudah Nafsu Deklarasikan Capres, Fahri Hamzah Sebut Mulai Ada Polarisasi, Mungkinkah Ada Kecebong vs Kampret Jilid II?
Anies Bersilaturahmi ke komunitas agama Hindu di Jakarta sekaligus meresmikan Grha Sabha Adhitya di Rawamangun, Jakarta Timur. (dok IG Anies Baswedan)

Suara Denpasar- Polarisasi dan pembelahan politik di pemilihan presiden periode lalu sempat memunculkan istilah kecebong vs kampret, akankah pemilihan presiden (pilpres) 2024 akan muncul lagi istilah itu?

Tanda-tanda adanya pembelahan atau polarisasi berdasarkan figur bakal calon presiden sudah mulai tercium.

Pilpres masih lama yakni 2024, pembukaan bakal calon juga masih Oktober sampai November 2023, namun kini sejumlah partai politik sudah bernafsu mendeklarasikan calon presiden masing-masing.

Seperti diketahui saat ini parpol sudah mengusung calonnya masing-masing, misalnya Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto, PKB dengan Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Partai NasDem sudah mendeklarasikan Anies Baswedan, Partai Solidaritas Indonesia mendeklarasikan Ganjar Pranowo-Yenny Wahid.

Aroma bakal memanasnya iklim politik serta pembelahan kini mulai dicium oleh Fahri Hamzah yang kini menjadi Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

"Saat ini akibat adanya deklarasi-deklarasi pencapresan, mengakibatkan terjadi pembelahan diawal. Politik identitas dan polarisasi di masyarakat mulai marak lagi," kata Fahri Hamzah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/10/).

Dia menilai parpol seharusnya tidak terburu-buru membicarakan calon di pilpres, namun ada hal penting lain yang seharusnya dibicarakan seperti soal keamanan negara.

Apalagi pencalonan presiden dan wakil presiden baru dibuka 19 Oktober 2023 hingga 25 November 2023. 

Baca Juga: Dituding Bapak Politik Identitas, Anies Baswedan Resmikan Gedung di Pura Aditya Jakarta, Ini Jasanya untuk Umat Hindu

"Namun, yang terjadi saat ini, adalah calon presiden duluan yang bermunculan. Calon presiden tersebut, sebagai besar minim ide," sambungnya.

Menurutnya, dengan memunculkan capres-capres di awal justru membuat rakyat sangat kasihan.

Bahkan ia mengibaratkan seperti sudah pilpres, tapi terlalu dini dan belum waktunya, sehingga yang muncul adalah pertarungan kosong atau 'pepesan kosong'. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI