Polisi Kutip Ahli dari Universitas Udayana Bali Jika Gas Air Mata Tak Bahaya, Warganet: Ini Menyakitkan

Suara Denpasar

Rabu, 12 Oktober 2022 | 13:06 WIB
Polisi Kutip Ahli dari Universitas Udayana Bali Jika Gas Air Mata Tak Bahaya, Warganet: Ini Menyakitkan
Polri beri penjelasan soal gas air mata yang diklaim tidak membahayakan dan mematikan (@divisihumaspolri)

Suara Denpasar- Polri memberikan penjelasan jika gas air mata tidak membahayakan, dan tidak mematikan.

Pernyataan itu makin membuat warganet memberikan sentimen negatif kepada kepolisian.

Terbaru unggahan Humas Mabes Polri di akun instagram resmi mereka menyebutkan jika gas air mata tidak membahayakan. 

Kali ini akun instagram @divisihumaspolri mengunggah komentar tentang gas air mata yang dianggap tidak membahayakan.

"Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si, M.M., menuturkan bahwa tidak ada pendapat para ahli yang menyampaikan penggunaan gas air mata bersifat mematikan," jelas pernyataan di akun yang sudah centang biru atau terferivikasi, dikutip pada Rabu (12/10). 

Polri juga menjelaskan bahkan penggunaan gas air mata dalam tingkat tinggi juga tidak mematikan. 

Kali ini Polri mencuplik pernyataan dari seorang ahli dari kampus Universitas Udayana (Unud) Bali terkait dengan sifat kimia dari gas air mata.

"Saya juga mengutip dari pendapat dari Prof. Made Gelgel, adalah guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli di bidang toksikologi atau racun. Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari Dr Mas Ayu Elita, bahwa gas air mata atau CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan," ujar Kadiv Humas Polri dari laman @divisihumaspolri.

Sontak pernyataan ini dianggap tidak memberikan empati pada korban tragedi Kanjuruhan Malang yang sebelumnya dipicu dari gas air mata sehingga membuat kepanikan serta adanya penumpukan di pintu keluar.

baca juga

Di kolom komentar akun instagram resmi humas Polri ini banyak yang memberikan komentar negatif terhadap kepolisian.

"Pak sadar ga, statement bapak ini menyakiti hati para keluarga korban," kata seorang warganet di kolom komentar ini.

"TAPI GARA GARA GAS AIR MATA YNG DI TEMBAKAN KE TRIBUN MEMBUAT PENONTON PANIK," jelas warganet di kolom komentar ini.

"Andaikan yang tiada bisa berbicara," kata warganet lainnya.

"Betul tidak mematikan.. tapi memicu kepanikan akhirnya berdesak-desakan kurang oksigen.. akhirnya apa.. ?". ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panpel Arema FC Terang-terangan Sebut Nama Ketua PSSI untuk Diseret Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Panpel Arema FC Terang-terangan Sebut Nama Ketua PSSI untuk Diseret Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Denpasar | Rabu, 12 Oktober 2022 | 07:42 WIB

Bela Habis Anak Kaisar Sambo, Tragedi Kanjuruhan 33 Anak Tewas! Kak Seto Kemana?

Bela Habis Anak Kaisar Sambo, Tragedi Kanjuruhan 33 Anak Tewas! Kak Seto Kemana?

Denpasar | Rabu, 12 Oktober 2022 | 04:19 WIB

Siap Berikan Kesaksian Tragedi Kanjuruhan, Belasan Suporter hingga Tenaga Medis Kini dalam Perlindungan LPSK

Siap Berikan Kesaksian Tragedi Kanjuruhan, Belasan Suporter hingga Tenaga Medis Kini dalam Perlindungan LPSK

Denpasar | Selasa, 11 Oktober 2022 | 17:09 WIB

Terkini

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

×