Suara Denpasar - Nama Brigjen Pol. Krishna Murti kini tengah banyak disorot oleh media.
Setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lakukan mutasi di tubuh Polri secara besar-besaran, kini Brigjen Krishna Murti menduduki jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri.
Siapa sangka, perjalanan karirnya tak semulus yang disangka banyak orang. Ada banyak lika-liku hingga ia sampai di posisi ini sekarang.
Brigjen Krishna Murti adalah lulusan Akpol angkatan 1991. Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan Jakarta Utara hingga Wakapolsek Depok.
Tak hanya di dalam negeri, Brigjen Krishna Murti ternyata pernah menduduki jabatan internasional. Ia pernah didaulat menjadi staf perencanaan PBB pada 2011.
Bahkan ia adalah polisi Indonesia pertama yang menerima medali penghargaan internasional, yakni dalam ajang memperingati Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.
Tak berhenti di situ, ia juga pernah ditugaskan di Bosnia pada 1996-1997.
Nama Krishna Murti mulai dikenal secara luas saat ia mempopulerkan jargon 'Turn Back Crime'. Waktu itu ia menjabat sebagai Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya dan punya sepak terjang yang bagus dalam memberantas kejahatan di ibu kota.
Nama Krishna Murti sempat terseret dalam pusaran kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo. Siapa sangka, Ferdy Sambo dulunya adalah anak buah Krishna Murti.
Baca Juga: Ditanya Warganet, Dewi Perssik Ungkap Rizky Billar Puluhan Kali Lakukan KDRT ke Lesti Kejora
Nama Krishna Murti ramai diperbincangkan lantaran karir Ferdy Sambo lebih moncer ketimbang dirinya. Seperti diketahui, Ferdy Sambo lebih dulu menjadi jenderal bintang dua sebagai Kadiv Propam Polri.
Namun, kini ia patut berbangga diri karena karirnya kian melesat.
Setelah menjabat sebagai Kepala Biro Misi Internasional (Karo Misinter) Divhubinter Polri, kini ia dimutasikan menjadi Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri dengan posisi jenderal bintang dua.