“Terdakwa Ferdy Sambo menerima telepon dari saksi Putri Candrawathi yang sedang di Rumah Magelang sambil menangis, berbicara dengn terdakwa Ferdy Sambo, bahwa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat selaku ajudan terdakwa yang ditugaskan untuk mengurus segala keperluan saksi Putri Candrawathi telah masuk ke kamar pribadi Putri Candrawathi dan melakukan perbuatan kurang ajar terhadap Putri Candrawathi,” beber jaksa.
Mendengar hal tersebut, Ferdy Sambo marah terhadap korban Joshua. Namun Putri berinisiatif kepada Ferdy untuk tidak menghubungi siapa-siapa.
“Jangan hubungi ajudan, jangan hubungi yang lain,” kata JPU menirukan permintaan Putri kepada Ferdy dalam telepon.
Menurut JPU, Putri meminta tidak cerita ke siapa-siapa dengan aasan takut orang lain mendengar, juga khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan mengingat koban Joshua punya senjata dan tubuhnya besar dibandingkan ajudan yang lain.
Terdakwa Ferdy Sambo menyetujui. Dan saksi Putri akan menceritakan peristiwa Magelang setelah sampai di Jakarta.
Jumat, 8 Juli 2022, sekitar pukul 10.00 WIB, Putri Candrawathi bersama rombongan pulang ke Jakarta. Kuat Ma’ruf dan Bripka RR yang sebetulnya bertugas mengurus dan mengawal anak Ferdy Sambo yang sedang sekolah di SMA Tarina Nusantara Magelang diminta ikut mengantar Putri Candrawathi ke Jakarta.
Kuat Ma’ruf menjadi sopir mobil dengan Bharada E duduk di kursi depan samping kiri sopir. Sedangkan Putri dan Susi (asisten rumah tangga) duduk di tengah mobil bernopol B 1 MAH.
Sementara Bripka RR menjadi sopir mobil L 1973 ZX, dengan Joshua berada di sampingnya.
Rombongan akhirnya berangkat. Senjata api sudah diamankan di mobil B 1 MAH. Dengan pengawalan mobil Patwal, akhirnya rombongan tiba di rumah Putri dan Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Jakarta sekitar Pukul 15.40. Sedangkan Ferdy Sambo sudah menunggu di rumah sejak Pukul 15.24.
Baca Juga: Denise Chariesta Bongkar Fetish Mr R, Doyan dari Belakang dan Main Bertiga
Rombongan turun. Putri dan Susi melakuan tes PPCR di rumah. Setelah itu langsung menemui Ferdy Sambo di lantai 3 dan menceritakan Peristiwa Magelang. Mendengar itu, Ferdy Sambo marah serta merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir Joshua. (*)