Suara Denpasar - Mahasiswa UKM Robotika Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menciptakan inovasi baru berupa teknologi mesin CNC atau Computer Numerical Control.
Alat tersebut berfungsi untuk labelisasi produk bambu di Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.
Alat tersebut dibuat saat mereka mengadakan kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) 2022.
Taufik Hidayat, Ketua tim P2MD UKM Robotika Poliwangi mengatakan, awalnya pihaknya mengidentifikasi permasalahan dari pengrajin bambu dan kayu di lingkungan tersebut.
Mereka mengeluh produk yang terjual dari hasil produksi Lingkungan Papring tidak memiliki identitas.
Sehingga seringkali para pembeli tidak mengenali bahwa produk kerajinan tersebut adalah hasil produksi dari Lingkungan Papring.
Hal tersebut dirasa kurang efisien dari segi pemasaran maupun nilai jual.
Oleh karena itu, dibuatlah inovasi baru berupa Teknologi Mesin CNC yang tidak hanya dapat digunakan pada media datar namun juga dapat digunakan pada media tabung seperti gelas kayu, tumbler kayu dan media tabung lainnya.
Untuk diketahui, Lingkungan Papring merupakan wilayah dengan banyak sumber daya alam yang melimpah terutama pada sektor tanaman bambu dan kayu. Selain itu, di Lingkungan Papring juga memiliki pengrajin bambu dan kayu dengan potensi yang cukup besar.
Tidak hanya memberikan sebuah inovasi baru, tim P2MD juga melakukan pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan dan sosialisasi khususnya pada tim pengrajin di Lingkungan Papring.
Tujuan dari pemberdayaan ini supaya potensi yang dimiliki pengrajin lebih terarah.
“Dengan adanya alat ini, akan memberikan identitas yang dapat meningkatkan daya jual produk kerajinan yang ada di Lingkungan Papring," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/11/2022).
![Pelatihan [Ist]](https://media.suara.com/suara-partners/denpasar/thumbs/1200x675/2022/11/19/1-kegiatan-pelatihan-teknologi-mesin-cnc-kepada-pengerajin-kampung-batara.jpg)
Pihaknya melakukan pendampingan dan pelatihan untuk pengoprasian alat tersebut.
Pelatihan seperti pelatihan desain, pelatihan alat CNC itu sendiri, dan juga pelatihan digital marketing sebagai penyempurna dari program pemberdayaan.
Seorang pengrajin bambu setempat mengatakan sudah bisa mengoperasikannya setelah mengikuti pelatiha.