Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke Kampung atau Dusun Kalibening, Desa Kebondalem, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan rombongan anggota Komisi IV DPR RI dan Ditjen Kementerian Pertanian. Saat itu dia didoakan cepat dapat jodoh oleh bu kadus, atau istri dari kepala dusun (kadus) setempat.
Peristiwa itu berlangsung setelah pertemuan antara Komisi IV DPR RI dengan pihak desa dan kelompok tani setempat usai. Diketahui, des aini dikenal karena budidaya alpukat. Setelah acara selesai, Kang Dedi ingin bertemu dengan Suroso, hansip yang sebelumnya diberi uang Rp2,5 juta oleh Kang Dedi karena integritasnya.
Dalam perjalanan, Kang Dedi bertemu dengan anak kembar yang digendong ibu dan budenya. Kemudian Kang Dedi merogoh kantong belakang celananya. Dia meraih dompet dan mengambil uang pecahan ratusan ribu untuk dua anak kembar ini.
“Ini anak kembar, Pak,” kata Ibu Nurul, sang ibu dari anak kembar ini.
“O, ini kembar? Ini hebat. Bikin satu jadi dua,” katanya lantas mengundang tawa.
Nah, saat Kang Dedi Mulyadi menyodorkan uang itu, Ibu Kadus atau istri Kadus Kalibening nyeletuk. Dia mendoakan Kang Dedi segera mendapat jodoh.
“Semoga cepat dapat jodoh, ya, Pak,” kata Bu Kadus dari belakang.
Tentu saja banyak orang tahu bahwa Kang Dedi saat ini sedang digugat cerai oleh istrinya, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Apalagi, berita gugatan cerai Ambu Anne ini ramai di media massa, juga ramai di media sosial, termasuk Youtube.
Celetukan Bu Kadus dari belakang membuat yang lain tertawa. Kang Dedi mendengar doa itu ikut terkejut dan berbalik arah.
“Ya Allah, Ya Robbi, didoain sama Bu Kadus. Bilang apa bu kadus barusan?” tanya Kang Dedi ke Bu Kadus.
“Semoga cepat dapat jodoh,” kata Bu Kadus.
“Yang satu aja belum kelar, kok,” ucap Kang Dedi Mulyadi tertawa dan disambut tawa yang lain. (*)