Bupati Meranti Ancam Ingin Pisahkan Diri Dari Indonesia, Pengamat: Kekesalan Sudah Memuncak

Suara Denpasar Suara.Com
Rabu, 14 Desember 2022 | 05:00 WIB
Bupati Meranti Ancam Ingin Pisahkan Diri Dari Indonesia, Pengamat: Kekesalan Sudah Memuncak
Bupati Meranti, Muhammad Adil (Instagram)

Suara Denpasar – Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, memberikan tanggapannya perihal video Bupati Meranti Muhammad Adil yang mencurahkan kemarahannya di hadapan staf Kementerian Keuangan (Kemenkeu) viral beberapa waktu lalu.

Adil meluapkan kekesalannya kepada Kemenkeu perihal kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak di daerahnya yang dirasa sangat tidak adil.

Bupati Meranti tersebut pun sampai melontarkan sebuah perkataan yang tidak senonoh dengan menyebutkan Kemenkeu hanya berisikan iblis dan setan.

Selain itu, Adil pun mengancam akan memisahkan diri dari tanah air serta mengancam akan melakukan gencatan senjata.

Melalui kanal YouTube pribadinya, Achmad Nur Hidayat, mengatakan bahwa Adil melakukan hal yang didasari untuk memperjuangkan sebuah keadilan.

“Apa yang disampaikan Pak Muhammad Adil adalah beliau sedang memperjuangan persoalan keadilan,” ucapnya dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Selasa 13 Desember 2022.

Perihal ancaman ingin memisahkan diri dari Indonesia dan akan melakukan gencatan senjata, Achmad meyakini hal tersebut merupakan puncak kekesalan dari seorang kepala daerah.

Achmad juga menambahkan situasi yang sedang menimpa Bupati Meranti ini mungkin juga menimpa kepala daerah lainnya.

“Saya kira kalimat beliau itu suatu kekesalan yang sudah memuncak dan saya kira ini dirasakan oleh daerah lain terutama penghasil minyak,” ucap Achmad.

Baca Juga: Kabar Menarik Menko Marves: Pemerintah Tengah Bahas Subsidi Kendaraan Listrik

Dana Bagi Hasil (DBH) memang sudah ditetapkan di UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD) UU No.1 Tahun 2022.

Jadi bukan sebuah hal yang mengherankan apabila keluhan Adil itu bisa terjadi menurut Achmad.

“Memang dalam perhitungan UU ini terkesan tidak adil karena daerah minyak yang dikeruk hasil minyak dan gas-nya itu sebenarnya punya risiko lebih besar dibandingkan daerah lain yang tidak punya minyak,” tambahnya.

Sebagai informasi, Adil meluapkan kekesalannya dihadapan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, perihal DBH Migas dimana masyarakat tidak mendapatkan keadilan.

“Kemarin waktu zoom dengan Kemenkeu tidak bisa menyampaikan dengan terang. Didesak-desak barulah menyampaikan dengan terang bahwa $100/barel,” ucap Adil pada video yang viral itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Bupati Meranti perihal komentar yang dilontarkan oleh Achmad Nur Hidayat tersebut. (Rizal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI