Ramai Rekening Brigadir J Rp 100 Triliun, PPATK Sebut Angka Ratusan Juta Rupiah

Suara Denpasar | Suara.com

Kamis, 29 Desember 2022 | 19:55 WIB
Ramai Rekening Brigadir J Rp 100 Triliun, PPATK Sebut Angka Ratusan Juta Rupiah
Prosesi pemakaman almarhum Brigadir J (YouTube)

Suara Denpasar - Ramai kabar rekening almarhum Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang mencapai Rp 99 Triliun atau hanya kurang Rp 1 untuk mencapai Rp 100 Triliun yang tersimpan di Bank BNI Cabang Cibinong, Jawa Barat, disikapi oleh pihak BNI dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Pihak PPATK seperti dilansir dari tempo.coz menyatakan kabar yang beredar dalam kanal yotutube dengan menghadirkan aktivis perempuan Irma Hutabarat itu tidak benar adanya.

Rekening almarhum Brigadir J hanya berisi dana ratusan juta rupiah. “Ya itu hoaks. Ada isinya, tapi tidak seperti itu,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dikutip denpasar.suara.com, Kamis 29 Desember 2022.

Angka yang tertulis hampir mencapai Rp 100 triliun itu, jelas dia, adalah plafon tertinggi untuk pembelian nilai tabungan.

Jadi, yang tertulis dalam surat itu bukan saldo atau dana milik almarhum. Hal ini, jelas dia, lazim dilakukan di perbankan ketika diminta oleh PPATK untuk memblokir sebuah rekening tabungan.

Semua data itu untuk pembekuan rekening adalah angka numerik yang dibuat sistem sehingga nasabah tidak bisa mengirim atau menerima dana di bawah plafon yang ditentukan.

Artinya, jika ada pengiriman dana di bawah Rp 100 triliun maka tidak akan bisa dilakukan, namun jika di atas Rp 100 triliun masih bisa masuk.

“Makanya dikasih saja sekalian angka yang impossible. Asumsinya tidak mungkin nasabah punya uang diatas Rp 100 triliun. Teknis sih. BNI juga sudah menjelaskan,” tukasnya belum lama ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh pihak BNI. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangannya kepada media menjelaskan surat itu sesuai syarat dan format yang diatur dalam Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Nomor 18 Tahun 2017 Tentang pelaksanaan penghentian sementara dan penundaan transaksi oleh penyedia jasa keuangan. Nilai hampir Rp 100 triliun itu adalah nilai pemblokiran transaksi dan bukan saldo rekening. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jejak Rp 100 Triliun Uang Brigadir Joshua, PPATK dan BNI Harus Jujur

Jejak Rp 100 Triliun Uang Brigadir Joshua, PPATK dan BNI Harus Jujur

| Kamis, 29 Desember 2022 | 19:44 WIB

Status Debet, Artinya Ada Aliran Dana Rp 100 Triliun Keluar dari Rekening Brigadir Joshua

Status Debet, Artinya Ada Aliran Dana Rp 100 Triliun Keluar dari Rekening Brigadir Joshua

| Kamis, 29 Desember 2022 | 19:38 WIB

Terkini

Pep Guardiola Minta Manchester City Tak Cepat Puas Usai Raih Dua Gelar Domestik

Pep Guardiola Minta Manchester City Tak Cepat Puas Usai Raih Dua Gelar Domestik

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 13:24 WIB

Horor Jelang Piala Dunia 2026, 10 Orang Tewas Ditembak Brutal di Meksiko

Horor Jelang Piala Dunia 2026, 10 Orang Tewas Ditembak Brutal di Meksiko

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 13:24 WIB

Paradoks Demokrasi: Mengapa Pemimpin Militer Berisiko bagi Indonesia?

Paradoks Demokrasi: Mengapa Pemimpin Militer Berisiko bagi Indonesia?

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 13:21 WIB

The Screwtape Letters: Saat Iblis Mengajari Cara Menyesatkan Manusia

The Screwtape Letters: Saat Iblis Mengajari Cara Menyesatkan Manusia

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 13:20 WIB

Gegara Upah Guru Meksiko Mengamuk Ancam Akan Ganggu Piala Dunia 2026

Gegara Upah Guru Meksiko Mengamuk Ancam Akan Ganggu Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 13:17 WIB

BRK Syariah Buka Lowongan Komisaris Utama, Komisaris Independen hingga Direksi

BRK Syariah Buka Lowongan Komisaris Utama, Komisaris Independen hingga Direksi

Riau | Senin, 18 Mei 2026 | 13:17 WIB

Veda Ega Pratama Bertahan di Lima Besar Klasemen Moto3 2026 Usai Seri Catalunya

Veda Ega Pratama Bertahan di Lima Besar Klasemen Moto3 2026 Usai Seri Catalunya

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 13:17 WIB

Mario Suryo Aji Turun ke Posisi 24 Klasemen Moto2 2026 Usai Absen di Catalunya

Mario Suryo Aji Turun ke Posisi 24 Klasemen Moto2 2026 Usai Absen di Catalunya

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jakarta Bhayangkara Presisi Ukir Sejarah, Juara AVC Men's Champions League 2026

Jakarta Bhayangkara Presisi Ukir Sejarah, Juara AVC Men's Champions League 2026

Sport | Senin, 18 Mei 2026 | 13:09 WIB

Kopi Premium di NOB BSD Kini Cuma Rp20 Ribu, BRI Bocorin Cara Dapatnya

Kopi Premium di NOB BSD Kini Cuma Rp20 Ribu, BRI Bocorin Cara Dapatnya

Bri | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB