Suara Denpasar – Buntut perusakan kantor Arema FC yang berada di Jalan Mayjend Pandjaitan no 42, Kota Malang pada Minggu (29/1/2023), kian memanas.
Bahkan senter di berbagai media sosial, managemen Arema FC memikirkan opsi untuk membubarkan tim. Hal ini bukan tanpa alasan, pasca tragedi Kanjuruhan pada awal Oktober lalu pihak-pihak elite dianggap belum mengusut tuntas kasus yang menewaskan 135 aremania tersebut.
Bahkan pascatragedi tersebut, Tim Arema FC tetap dapat melanjutkan Liga 1 seperti tidak pernah terjadi masalah.
Seperti yang diunggah oleh salah satu fanbase bola di akun instagramnya @gozipbola.
“Dalam unggahan tersebut tertulis Komisariat PT AABBI, Tatang Dwi Arfianto mempertimbangkan untuk membubarkan tim,” tulisnya.
“Gelombang protes yang kian membesar inilah yang memaksa Arema FC mempertimbangkan opsi membubarkan tim di tengah kompetisi Liga 1 2022/2023,”tulisnya lagi.
Postingan tersebut langsung dibanjiri netizen yang ramai-ramai mendukung pembubaran Arema FC. Bahkan menuntut Arema FC untuk bertanggung jawab atas tragedi memilukan tersebut.
“Kenapa baru sekarang sadarnya?” komentar akun @_r.syptr99
“Bubar saja !” komentar akun @hondasands.
Baca Juga: Gak Mau Kaya PDIP, PKB Ogah Sodorkan Nama untuk Reshuffle Kabinet ke Jokowi
“Jangan cuma bubar, tapi tanggung jawab juga,” komentar akun @taufiqreza.
Tak hanya di media sosial Instagram. Pencinta sepak bola juga ramai-ramai mendukung pembubaran tim yang bermarkas di Malang tersebut di unggahan twitter.
“Kok Gak ket wingi-wingi ae bubare,” cuit akun @alvian19. (*/Dinda)