Suara Denpasar - Baru-baru ini aktor tampan Verrell Bramasta menggegerkan publik, di usia muda ia masuk ke politik dan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).
Sebagai publik figur tentu karirnya tidak kaleng-kaleng, akan tetapi, kini karir Verrell Bramasta di dunia entertainment itu terancam kerana masuk politik.
Sebelum mantap masuk ke dunia politik, Verrell Bramasta menghadapi pertimbangan berat tersebut.
Kini, Verrell Bramasta mengaku siap hadapi resiko yang membuatnya kehilangan banyak pekerjaan sebagai publik figur demi tujuan hidupnya saat ini untuk dapat membantu banyak orang.
"Pertimbangan terberatnya adalah aku di entertainment kan masih aktif banget, banyak hal yang bisa dilakukan," kata Verrell dikutip dari kanal YouTube MerryRiana, Sabtu (25/2/2023).
Selain masih muda dan aktif bekerja, Verrell baru menjalani karirnya di entertainment belum genap 10 tahun.
Akan tetapi ia harus hadapi resiko berat ketika ia memutuskan untuk masuk dunia politik.
"Aku baru tujuh atau delapan tahun, jadi sebenarnya sayang, banyak yang harus ditinggalkan," ujarnya.
Keberanian Verrell untuk hadapi resiko tersebut muncul dari suport sang ayah, Ivan Fadila.
Baca Juga: PSIS Semarang Bidik Poin Penuh Kontra Persita Tangerang, Tak Peduli Jadi Musafir
"Cuman kembali lagi yang papah bilang dalam hidup ini semua pilihan pasti ada tanggung jawabnya ada konsekuensinya," ungkap Verrell.
Meski belum genap 10 tahun, Verrell bukan lagi menjadikan uang sebagai gools dalam hidupnya.
Akan tetapi mantan kekasih Natasha Wilona itu memiliki tujuan lain dalam hidupnya, yaitu membatu banyak orang.
"Tergantung kamu siap atau enggak, misalnya untuk gools yang kamu punya di masa depan, untuk target kamu kepengen membantu banyak orang, katanya tujuan kamu fokusnya udah bukan mencari uang lagi ya itu harus kamu korbanin," paparnya.
Dengan tujuan hidup ingin membantu banyak orang, Verrell akhirnya mantap masuk partai politik (PAN) demi mencapainya.
Meskipun ia karir sebagai publik figur yang telah ia jalani sebagai pekerjaan utama harus terancam.