Gunung Merapi Meletus, Ketahui Bahaya Abu Vulkanik Bagi Pernafasan

Suara Denpasar

Minggu, 12 Maret 2023 | 11:50 WIB
Gunung Merapi Meletus, Ketahui Bahaya Abu Vulkanik Bagi Pernafasan
Gunung Merapi Meletus, Ketahui Bahaya Abu Vulkanik Bagi Pernafasan

Suara Denpasar – Gunung Merapi meletus dan meluncurkan awan panas guguran ke arah Kali Bebeng atau Kali Krasak, Sabtu (11/3/2023). Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso, masyarakat diminta menjauhi jarak bahaya 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi yang berlokasi di Perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta itu.

Tidak hanya guguran lava, letusan gunung berapi juga membawa abu vulkanik yang bisa menimbulkan beragam masalah bagi kesehatan tubuh, terutama pada pernafasan. Melansir dari laman halodoc, Berikut bahaya abu vulaknik bagi kesehatan pernafasan.

1. Menyebabkan gangguan pernapasan akut

Studi yang meneliti meletusnya gunung Eyjafjallajökull di Islandia tersebut berjudul “Respiratory health effects of volcanic ash with special reference to Iceland. A review”, menyebutkan fakta menarik tentang bahaya abu vulkanik.

Dampak abu vulkanik bagi kesehatan tubuh (akut dan kronis) bergantung pada ukuran partikel (seberapa banyak yang terhirup), komposisi mineralogi (kandungan silika kristal), dan sifat fisika-kimia permukaan dari partikel abu vulkanik. Sehingga, dampak abu vulkanik bisa berbeda-beda.

Namun, secara umum dampak abu vulkanik bagi kesehatan berkaitan dengan gangguan pernapasan akut seperti bronkitis atau asma. Selain itu, eksaserbasi paru-paru dan penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya sering terjadi setelah menghirup abu vulkanik. Meski begitu, tidak ditemukan efek jangka panjang pada fungsi paru-paru setelah terpapar abu vulkanik.

Menurut ahli di National Institutes of Health (NIH), selain asma dan bronkitis, abu vulkanik juga bisa memicu penyakit penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), emfisema, dan penyakit paru-paru jangka panjang (kronis) lainnya.

Orang dengan gangguan pernapasan akut yang terpapar abu vulkanik memiliki gejala sebagai Berikut:

- Masalah pernafasan seperti sesak napas.

baca juga

- Batuk.

- Gejala mirip flu.

- Sakit kepala.

- Lemas atau kurang berenergi.

- Produksi lendir meningkat.

- Sakit tenggorokan.

- Mata berair dan iritasi.

2. Silikosis, fatal bagi paru- paru

Masih berkaitan dengan studi diatas, ada kekhawatiran tentang risiko jangka panjang silikosis akibat paparan kronis abu vulkanik. Silikosis merupakan kondisi berlebihnya silika di dalam tubuh, akibat terlalu banyak menghirup debu silika dalam jangka waktu yang lama.

Gunung meletus akan mengeluarkan gas seperti sulfur dioksida (S02), hidrogen sulfida (H2S), karbon monoksida (CO), nitrogen (NO2), dan karbondioksida (CO2). Nah, zat-zat ini yang membahayakan kesehatan manusia bila terpapar dalam jumlah yang berlebih.

Sementara itu, kandungan abu vulkanik berbeda. Abunya mengandung mineral kuarsa, kristobalit, dan tridimit. Zat ini adalah kristal silika bebas atau silikon dioksida (SiO2) yang bisa menyebabkan penyakit paru yang fatal atau silikosis. Abu silikosis sangat halus dan menyerupai pecahan kaca.

Silikosis umumnya terjadi pada pekerja tambang. Pengidapnya bisa mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, penurunan berat badan, hingga mengi dengan dahak yang berlebihan.

Menurut NIH, silikosis dapat menyebabkan komplikasi yang tidak main-main, seperti penyakit jaringan ikat, termasuk rheumatoid arthritis, scleroderma (juga disebut sklerosis sistemik progresif), dan lupus eritematosus sistemik. Tak hanya itu, penyakit ini juga bisa membuat penderitanya mengalami kanker paru-paru, fibrosis masif progresif, kegagalan pernapasan dan tuberkulosis.

Nah, itulah bahaya abu vulkanik dari gunung meletus. Bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik, tetap waspada, gunakan masker atau baju tertutup serta tidak mendekati area berbahaya. (Rizal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gubernur DIY Yakin Merapi Tak Akan Meletus Seperti Dulu: Wong Sudah 10 Tahun Lebih, Biasanya 4 Tahun

Gubernur DIY Yakin Merapi Tak Akan Meletus Seperti Dulu: Wong Sudah 10 Tahun Lebih, Biasanya 4 Tahun

News | Minggu, 12 Maret 2023 | 09:36 WIB

Keyakinan Sultan HB X Usai Merapi Erupsi Lagi: Tak Akan Meletus Seperti Dulu

Keyakinan Sultan HB X Usai Merapi Erupsi Lagi: Tak Akan Meletus Seperti Dulu

News | Minggu, 12 Maret 2023 | 08:53 WIB

Gunung Merapi Erupsi, Waspada 3 Penyakit yang Berpotensi Muncul

Gunung Merapi Erupsi, Waspada 3 Penyakit yang Berpotensi Muncul

Your Say | Minggu, 12 Maret 2023 | 08:51 WIB

Terkini

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:09 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

×