Suara Denpasar - Seorang pria bernama Biyan Sabil membagikan pengalaman masa lalunya ketika mudik, ia bersama salah satu kawan rombongan bus yang ditumpanginya harus mengalami hal yang tidak diinginkan.
Diceritakan bahwa bus yang ditumpanginya mogok di Jalan Alas Roban, kejadiannya duceritakan sudah lama sekali sebelum ada jalan tol di daerah tersebut.
Cerita pengalaman Biyan Sabil itu disampaikannya dalam podcast horor berjudul Omamat, 'Obrolan Malam Jum'at', diunggah oleh channel YouTube RJL 5 - Fajar Aditya, dilansir Suara Denpasar pada Sabtu, (25/3/2023).
Video itu diunggah dengan judul 'SKIP KALO TAKUT!! CERITA HOROR MUDIK TERSERAM!! SATU BUS MOGOK DI ALAS ROBAN'.
Selain itu, pada thumbnail video juga tertulis 'MUDIK LEWAT ALAS ROBAN, 1 BUS INI MAKAN DI WARUNG GHAIB'.
Mulanya, Biyan Sabil menceritakan bahwa suasana dalam bus bermacam-macam saat sopir dan kenektur bus sedang memperbaiki mesin.
Kemudian, dirinya bersama kawan satu rombongan, yaitu pak Iwan (nama samaran), memutuskan untuk mencari makanan karena mereka lapar.
"Saya keluar cari makan, saya ajak teman saya kenalan di bus itu, namanya pak Iwan, disamarkan saja ya," ujar Biyan menceritakan.
"Kita keluar, gaada warung yang buka satu pun, semuanya tutup, mungkin karena habis hujan juga," terangnya melanjutkan cerita.
Baca Juga: Patung Bunda Maria di Kulon Progo Ditutup Terpal, Ini Aturan Izin Mendirikan Rumah Ibadah
Kemudian, Biyan Sabil dan pak Iwan menemukan satu warung yang masih buka, terlihat ada penerangan lampu kuning 5 wat di warung tersebut.
"Lampunya kuning, kaya lampu 5 wat buat netasin telor," ujar Biyan.
"Etalasenya kosong, tapi beberapa menit kita tunggu, kedengeran suara orang cuci piring di belakang," tutur Biyan.
Singkat cerita, Biyan akhirnya menemui sumber suara, dirinya mengaku melihat ibu-ibu mengenakan daster sedang mencuci piring dan membelakangi dirinya.
Saat dirinya memesan makanan, ibu itu sama sekali tidak menoleh kepadanya, ia hanya mengangguk.
Kemudian, Sabil bersama pak Iwan menunggu lama di meja makan, akan tetapi makanan tidak juga datang.