Suara Denpasar – Setelah Peru batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, Indonesia diyakini bisa jadi tuan rumah pengganti ajang sepakat bola dunia tersebut.
Dilansir dari bolatimes.com, kabar munculnya penyelenggaraan ini bisa dibidik Indonesia sebagai event pengganti untuk selamat dari sanksi FIFA setelah Indonesia gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberi bocoran akan ada ajang lain setelah pembatalan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia.
"Insya Allah tahun ini. Apa yang dianggarkan kemarin, renovasi Stadion Manahan yang sudah kami jalankan tidak mubazir," kata Gibran dilansir dari ANTARA, Kamis (30/3/2023).
Jika, hal tersebut benar, maka ada beberapa modal yang telah terpenuhi. Dirangkum dari bolatimes.com, berikut 3 alasan Indonesia bisa maju jadi pengganti Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
1. Stadion dan fasilitas sudah siap
Tentunya, Kesiapan fasilitas dan penunjang lainnya ini bisa menjadi modal berharga untuk maju sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17.
Demi berlangsung penyelenggaraan Piala Dunia U-20 bisa berlangsung di Indonesia, pemerintah telah bekerja keras untuk merenovasi stadion dan memperbaiki lapangan pendamping. Meskipun, pada akhirnya Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia dibatalkan oleh FIFA.
2. Tidak ada Israel
Sampai saat ini, Israel belum lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 2023 yang awalnya berlangsung di Peru. Tentunya, ini menjadi catatan yang positif karena banyak pihak di Indonesia tidak menginginkan kehadiran Israel di Indonesia.
Sebab, kehadiran Israel sebagai peserta Piala Dunia U-20 2023 sempat membuat gonjang ganjing Indonesia dan membuat status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dibatalkan.
3. Tuan rumah baru belum ditunjuk
Sejak Peru memutuskan mengundurkan diri sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-17 2023, sampai saat ini masih belum ada negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah baru.
Tentunya, ini menjadi kesempatan berharga bagi PSSI dan Indonesia untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah yang baru menggantikan Peru.
Jika belum ada negara lain yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, peluang Indonesia untuk memenangkan gelaran ini bisa lebih besar.