Suara Denpasar – Polemik PSM Makassar tak mendapat hadiah usai berhasil menjadi juara BRI Liga 1 2023/2024 membuat Ketum PSSI, Erick Thohir turun tangan.
Dilansir dari laman Instagram PSSI, Erick Thohir akhirnya memberikan bonus uang senilai Rp2 Miliar bagi Juku Eja.
Pria yang menjabat sebagai Menteri BUMN ini menyebut pemberian bonus ini hanya berlaku untuk musim ini saja. Sementara untuk musim selanjutnya akan diputuskan di kemudian hari sesuai dengan aturan yang disepakati nantinya.
"Khusus yang ini, saya sudah putuskan tadi. Supaya tidak melebar ke hal-hal yang tidak penting. Tahun ini saya ambil posisi, saya kasih Rp 2 miliar untuk juara. Tapi untuk tahun depan, harus menjadi konsisten di Liga itu sendiri, dan keuangan dari Liga dan PSSI harus benar-benar terbuka dan transparan," ujar Erick Thohir seperti dilansir dari laman PSSI.
Sementara dilansir dari bolatimes.com kabar PSM Makassar tak mendapat hadiah memang bukan kali pertama. Bahkan hal ini telah terjadi sejak 2018 silam.
Saat itu, seluruh peserta kompetisi sepakat tidak ada hadiah uang untuk tim juara di akhir musim. Persija Jakarta, Bali United, dan PSM Makassar selaku pemenang Liga 1 di beberapa edisi terakhir hanya sekadar mendapatkan trofi.
Erick Thohir mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi Liga Indonesia terkait polemik ini.
"Uang AFC, FIFA Forward, uang liga tidak boleh bercampur-campur. Karena itu sejak awal saya bilang, perbaikan manajemen yang profesional, transparan, dan konsisten, itu yang diperlukan untuk melakukan transformasi sepak bola Indonesia. Tapi perbaikan tidak bisa langsung menyeluruh," sambungnya. (*/Ana AP)
Baca Juga: Kontra Borneo FC Samarinda, PSM Makassar Siap Pesta Gelar Juara Setelah 23 Tahun