Kebaikan dokter Wayan di tengah hidupnya di rumah penuh sampah ini mengundang keprihatinan dan empati warga. Kini dia dijemput keponakannya untuk sementara pulang ke Bali.
Dokter Wayan sudah puluhan tahun tinggal di Karawang. Dia sudah berpisah dengan istrinya, hingga hidup seorang diri ditemani anjing.
Untuk keperluan makan, sering kali sahabatnya, Kadek Ariasa yang membawakannya seminggu 2-3 kali. Di antaranya mie, telur, hingga air minum. (*)