Suara Denpasar - Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menduga jika bocah berusia 3,5 tahun yang hilang di Kalijati, Subang Jawa Barat terbawa arus sungai.
Dariel Gaisan Rafasa yang dinyatakan hilang sejak Senin (24/4/2023) hingga saat ini belum juga ditemukan. Orang tua bocah tersebut meyakini jika sang anak menghilang karena pengaruh goib atau disembunyikan oleh makhluk halus.
Namun Dedi Mulyadi meragukan hal tersebut dan mencurigai jika Dariel hanyut terseret arus sungai yang ada di area tempat tinggalnya. Hal ini ia ungkapkan usai menyusuri parit di sekitar rumah Dariel yang ternyata menuju pertemuan antara sungai Cibodas dan Ciasem.
Kecurigaannya ini diperkuat usai di media sosial beredar jasad balita mengambang di Sungai Ciasem, namun tak bisa ditemukan karena terbawa arus sungai yang deras.
“Saya mencurigai itu,” katanya, dikutip dari Kanal Youtube KDM Channel, Jumat (5/5/2023).
Terlebih usai heboh jasad balita sekitar 3 hingga 4 tahun itu mengambang di sungai Ciasem tak ada laporan anak hilang dari pihak manapun, kecuali orang tua Dariel.
“Kalo dihubungkan dengan peristiwa ini kan sampai hari ini tidak ada orang yang lapor anak hilang. Nah sedangkan yang anak hilang ini (Dariel),” ucapnya.
Sehingga Dedi Mulyadi mencurigai Dariel Gaisan Rafasa jatuh ke parit yang telah disusurinya itu di saat hujan lebat turun.
“Kan ada anak hilang, terus kemudian ada balita mengambang di sungai. Sungainya kebetulan kan sudah pertemuan antara Ciasem dan Cibodas, sudah di sebelah utara dan sampai sekarang tidak ada yang laporan ada anak hilang kecuali di sini, terus kemudian ciri-ciri nya sama. Itu usianya kisaran 3,5 sampai 4 tahun,” katanya.
“Karena gak mungkin kalau di sini, saya mah curiga kebawa arus, karena hujan gede. Ya kalau teori kan ngambang, nyelap, tapi kan kalau arus besar kebawa,” lanjutnya.***