Di Bali Mana yang Lebih Penting, Ketahanan Pangan atau Pariwisata?

Suara Denpasar | Suara.com

Senin, 08 Mei 2023 | 19:09 WIB
Di Bali Mana yang Lebih Penting, Ketahanan Pangan atau Pariwisata?
Di Bali Mana yang Lebih Penting, Ketahanan Pangan atau Pariwisata? (istimewa)

Suara Denpasar - Perbincangan terkait Bali memang selalu menarik. Tidak heran jika Bali menjadi destinasi dunia. Pada kuartal pertama tahun 2023 sudah mencapai 1,4 juta wisatawan yang mengunjungi daerah berukuran pulau 1000 pura itu.

Namun bukan berarti pulau Bali tidak memiliki tantangan. Luas Bali adalah 5.780 km², sementara berdasarkan data tahun 2022 jumlah penduduk Provinsi Bali sebanyak 4,29 juta jiwa. 

Ditambah dengan jumlah kunjungan wisata yang besar, tentunya membuat wilayah yang kental dengan kebudayaan itu menjadi padat. 

Pemerintah Provinsi Bali pun menyadari hal tersebut. Sehingga dirancang Bali Era Baru 100 tahun ke depan. Yang salah satu upayanya adalah akan membangun infrastruktur sesuai kebutuhan saja. 

Misalnya, dalam tahun 2023 ini Provinsi Bali menargetkan 4,5 juta wisatawan. Maka dengan jumlah kunjungan itu, kira-kira berapa jumlah fasilitas pendukung yang harus dibangun. 

Namun demikian kira-kira apa yang paling dibutuhkan Bali saat ini? Ketahanan Pangan atau Pariwisata?

Pertanyaan itu tentunya membutuhkan pertimbangan yang matang untuk dijawab. Sebab keduanya saat ini sangat vital dan sama-sama penting.

Tidak bisa dipungkiri bahwa hampir sebagian masyarakat Bali menggantungkan hidupnya pada pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahudin Uno, mengakui Bali masih menjadi penyumbang devisa negara terbesar dari pariwisata bagi Indonesia, terbanyak kedua setelah industri Minyak dan Gas. 

Sandiaga mengatakan pendapatan devisa yang didapat negara dari Bali sekitar US$ 20 atau setara dengan Rp. 287.317.000.000 (dua ratus delapan puluh tujuh triliun tiga ratus tujuh belas) per tahun.

Sementara, disisi lain ketahanan pangan di Bali justru terbengkalai. Beberapa sumber menyebutkan bahwa sebagian kebutuhan pokok masyarakat Bali sudah diimpor dari luar Bali. Hal tersebut disebabkan oleh alih fungsi lahan pertanian menjadi industri.

Kurangnya perhatian terhadap ketahanan pangan bisa berdampak sangat serius. Sebab Bali telah mengalami pengalaman yang buruk ketika Covid-19 terjadi pada tahun 2019. Pengalaman itu sudah cukup berharga untuk mengatur strategi pembangunan Bali ke depan. Yang memperhatikan keseimbangan antara ketersediaan pangan dan industri pariwisata. 

Direktir Eksekutif IDEP Selaras Alam, Muchamad Awal mengatakan saat ini justru banyak lahan pertanian dialihkan untuk pembangunan industri. Hal tersebut tentunya akan berdampak langsung pada ketahanan pangan Bali. 

Dia menilai tidak salah apabila pemerintah membangun infrastruktur pendukung pariwisata Bali, tetapi tidak di lahan produktif yang akan menunjang ketahanan pangan. 

"Misalnya pengalihan lahan untuk industri pariwisata menjadi penting atau prioritas, okelah. Tapi pemerintah juga harus berpikir bagaimana ketahanan pangan tetap tersedia. Terutama kejadian Covid-19 kemarin kan betul-betul rumit ketika pariwisata stop bagaimana keadaan Bali saat itu," ujar Awal kepada Suara Denpasar, Senin, (8/5/2023).

Menurut Awal, justru ketahanan panganlah yang paling penting untuk diperhatikan. Sementara untuk industri pariwisata dan industri lainnya sebagai penopang atau pendukung saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Imigrasi Bali Sering Kirim Pulang Turis Bermasalah, Ternyata Begini Prosedur Deportasi WNA

Imigrasi Bali Sering Kirim Pulang Turis Bermasalah, Ternyata Begini Prosedur Deportasi WNA

| Senin, 08 Mei 2023 | 17:00 WIB

Deretan Momen Kemesraan Gubernur Koster  Bupati Giri Prasta, Dari Berbisik Hingga Salam 2 Jari

Deretan Momen Kemesraan Gubernur Koster Bupati Giri Prasta, Dari Berbisik Hingga Salam 2 Jari

| Senin, 08 Mei 2023 | 15:35 WIB

Gubernur Koster  Bupati Giri Prasta Tampil Mesra, Sinyal Cok Ace Terdepak?

Gubernur Koster Bupati Giri Prasta Tampil Mesra, Sinyal Cok Ace Terdepak?

| Senin, 08 Mei 2023 | 15:11 WIB

Dewan Menteri Pilar Sosial Budaya ASEAN Bahas Isu Penting di Bali

Dewan Menteri Pilar Sosial Budaya ASEAN Bahas Isu Penting di Bali

| Senin, 08 Mei 2023 | 15:00 WIB

Kapolres Tegal Bantah Bus Pariwisata Masuk Jurang di Wisata Guci Karena Rem Tangan Ditarik Anak Kecil

Kapolres Tegal Bantah Bus Pariwisata Masuk Jurang di Wisata Guci Karena Rem Tangan Ditarik Anak Kecil

Jawa Tengah | Senin, 08 Mei 2023 | 14:22 WIB

Terkini

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Maarten Paes Cs Gagal Kalahkan PSV, Oscar Garcia Sebut Ajax Kehilangan Jati Diri

Maarten Paes Cs Gagal Kalahkan PSV, Oscar Garcia Sebut Ajax Kehilangan Jati Diri

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 18:46 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:39 WIB

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:37 WIB

Gagal Angkat Trofi Piala Liga Inggris, Mimpi Arsenal Juara Premier League Juga Terancam Hancur

Gagal Angkat Trofi Piala Liga Inggris, Mimpi Arsenal Juara Premier League Juga Terancam Hancur

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 18:36 WIB

Kepa Arrizabalaga Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari Manchester City

Kepa Arrizabalaga Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari Manchester City

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 18:35 WIB

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Sebelum Diduga Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori, eks Suami Ancam Bunuh Diri Pakai Pisau Gegara Ogah Pisah

Sebelum Diduga Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori, eks Suami Ancam Bunuh Diri Pakai Pisau Gegara Ogah Pisah

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 18:30 WIB

Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun

Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun

Tekno | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB