Beberapa tema utama yang dibahas dalam forum diskusi Beranda Mahasiswa Refleksi 25 Tahun Reformasi: Bebas eh Bablas itu meliputi:
1. Meningkatkan Pengalaman dari Cerita Reformasi: Menjelajahi cara-cara untuk memperkuat proses demokrasi, mempromosikan transparansi, dan memastikan akuntabilitas dalam masyarakat.
2. Keadilan Sosial dan Kesetaraan: Mempelajari strategi untuk mengatasi kesenjangan sosial, mempromosikan kesempatan yang setara, dan mendorong inklusivitas bagi semua masyarakat.
3. Hak Asasi Manusia dan Supremasi Hukum: Menyoroti pentingnya perlindungan hak asasi manusia, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan mempromosikan masyarakat yang adil dan berkeadilan.
4. Politik Identitas: Menyampaikan hal-hal negatif mengenai politik identitas demi mempersatukan persepsi persatuan dalam kewarganegaraan, sehingga individu mampu menyeleksi politik-politik sehat dalam dunia sosial.
Para mahasiswa itu berharap agar pemerintah segera menyelamatkan demokrasi dari ancaman militerisme dan neoliberalisme. Serta menuntut kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu segera diungkap dan tolak keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial politik rakyat. Dan kemudian bangun kekuatan politik alternatif untuk Indonesia yang berkeadilan.
Disclaimer: Kegiatan "Beranda Mahasiswa Refleksi 25 Tahun Reformasi Bebas eh Bablas" itu menghadirkan Jatmiko Wiwoho, Efatha Filomeno Borromeu Duarte dan Bima Kumara Dwi Atmaja sebagai pemantik diskusi. (Rizal/*)