Suara Denpasar - Tampaknya banyak pengguna Twitter yang tak puas dengan kebijakan baru Elon Musk sang pemilik. Terutama kebijakan terbaru yang membatasi jumlah cuitan yang bisa dilihat oleh penggunanya.
Tentu saja, ini memicu kehebohan mengingat media soal tersebut sangat ramai pengguna. Di tengah huru-hara tersebut, Meta meluncurkan pesaing Twitter yang bernama Threads.
Para pengguna yang tak suka dengan kebijakan baru Elon Musk segera berbondong-bondong mencoba platform tersebut. Bahkan Mark Zuckerberg mengklaim Threads berhasil mengumpulkan lebih dari 30 juta pendaftar di hari pertama rilis, sebagaimana melansir BBC.
Pengguna dapat mendaftar Threads dengan memanfaatkan akun Instagram. Selain itu, Threads juga memiliki tampilan yang mirip pesaingnya dan memungkinkan pengguna untuk memposting hingga 500 karakter.
Aplikasi besutan Mark Zuckerberg ini dianggap para ahli dapat menarik pengguna Twitter yang tidak senang dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada Twitter selama beberapa waktu terakhir.
Meski begitu, Twitter tampaknya masih percaya diri dengan platform mereka. CEO Twitter Linda Yaccarino mengatakan meskipun Twitter "sering ditiru", komunitasnya "tidak akan pernah bisa diduplikasi".
Persaingan antara Elon Musk dan Mark Zuckerberg kian terlihat nyata. Masih melansir dari BBC, sebelumnya Marck Zuckerberg mengatakan menjaga platform "ramah ... pada akhirnya akan menjadi kunci keberhasilannya".
Namun Elon Musk menjawab, "Lebih baik diserang oleh orang asing di Twitter, daripada menikmati kebahagiaan palsu dan menyembunyikan rasa sakit di Instagram."
Terkait respons pengguna, meski tak sedikit yang memberikan respons hangat, ada juga beberapa dari mereka yang mengeluh lantaran akun Threads tidak bisa dihapus tanpa menghapus akun Instagram.
Namun, pihak Meta mengatakan apabila mereka masih akan terus melakukan peningkatan. "Ini adalah sesuatu yang sedang kami kerjakan," kata Meta kepada BBC.
(*)