Suara Denpasar - PSSI dikabarkan akan menuntut Anies Baswedan karena merasa dibohongi soal pembangunan Stadion JIS. Diduga dana 5 triliun terbuang begitu saja. Benarkah demikian? Mari cek faktanya.
Berita tersebut ada di sebuah video viral dengan judul "PSSI Tuntut Anies Karena Dibohongi Soal Pembangunan JIS, Dana 5 Triliun Terbuang Sia Sia!". Video itu pertama diunggah oleh akun Youtube Pakde TV pada Rabu, 12 Juli 2023 dan sudah ditonton sebanyak 7,4 ribu kali.
Pada video yang berdurasi 10:5 menit itu terdapat foto thumbnail dengan visual sosok Anies Baswedan yang dengan menggunakan rompi tahanan sedang digelandang oleh beberapa petugas kejaksaan. Terdapat juga sosok PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Masih dalam foto thumbnail tersebut, terdapat narasi teks yang bertuliskan BREAKING NEWS! PSSI YANG BIKIN ANIES BEGINI, TEMUAN DANA MENCURIGAKAN DALAM BANGUNAN STADION".
Diketahui kalau Jakarta International Stadium (JIS) diperkenalkan oleh Anies Baswedan pada 14 Maret 2019. Meskipun rencana pembangunannya sudah dimulai sejak era gubernur-gubernur Jakarta sebelumnya.
CEK FAKTA
Setelah dilakukan penelusuran cek fakta dengan menonton seluruh isi video, ternyata tidak ditemukan bukti dan fakta kalau PSSI akan menuntut Anies Baswedan karena dibohongi proyek pembangunan Stadion JIS hingga merugi 5 Triliun.
Alih-alih begitu, narator pada video hanya menyampaikan berita tentang hengkangnya kontraktor desain proyek JIS saat era Anies Baswedan. dan mengkaitkan polemik pembangunan JIS dengan langkah politik Anies tersebut.
Sedangkan foto pada cover thumbnail tidak ada kaitannya dengan isi video dan foto tersebut terindikasi sebagai hasil rekayasa atau editing.
Baca Juga: Cek Fakta: FIFA Ambil Keputusan Batalkan Piala Dunia U-17 di Indonesia Gegara Polemik Stadion JIS?
KESIMPULAN
Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan kalau konten video tersebut adalah TIDAK BENAR (HOAX). Karena judul dan cover video tidak ada kaitanya dengan isi dan narasi yang diberitakan.
Masyarakat diimbau tetap kritis dan waspada akan beredarnya konten-konten serupa yang menyesatkan dan mengandung berita Hoax. (*/Dinda)