Hanya 43 KM dari Denpasar, Desa Wisata Penglipuran yang Menentang Keras Poligami

Suara Denpasar

Senin, 18 September 2023 | 20:40 WIB
Hanya 43 KM dari Denpasar, Desa Wisata Penglipuran yang Menentang Keras Poligami
Hanya 43 KM dari Denpasar, Desa Wisata Penglipuran yang Menentang Keras Poligami

Suara Denpasar - Desa Wisata Penglipuran di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, disebut sebagai desa terbersih di dunia. Jaraknya hanya 44 KM dari pusat Kota Denpasar dengan durasi tempuh sekitar 1 jam 7 menit.

Selain dinobatkan sebagai desa terbersih, desa wisata Penglipuran juga dikenal sebagai desa yang menolak tegas poligami atau di Bali disebut sebagai memadu.

Hal itu karena masyarakat Desa Wisata Penglipuran sangat menghargai martabat perempuan. Sehingga apabila ada masyarakat Desa Penglipuran yang berani melanggar, maka warga tersebut akan dikucilkan dan dicabut hak-haknya sebagai warga desa seumur hidupnya.

Seperti tertuang dalam jurnal berjudul "Pemberian Karang Memadu Sebagai Sanksi Adat Untuk Mencegah Poligami di Desa Adat Penglipuran" yang ditulis oleh I Nyoman Putu Budiartha, I Wayan Suka Wirawan, dan I Nyoman Srimurti pada tahun 2021.

Di sana disebutkan poligami dianggap sebagai perilaku menyimpang dari norma, dinilai melanggar hukum adat yang dihormati dan ditaati oleh masyarakat setempat.

Hal ini karena poligami memberikan dampak yang kurang baik bagi istri pertama dan anak-anaknya. Selain itu sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan.

Atas dasar itu, Desa Penglipuran akan memberikan sanksi yang cukup berat bagi warganya yang melakukan poligami atau memadu.

Sanksi tersebut seperti warga (pelaku poligami) beserta keluarganya hanya boleh melintasi jalan-jalan tertentu di wilayah desa. Dilarang melintasi utara perempatan desa.

Kemudian, pergaulannya akan dibatasi. Disingkat dari aktivitas masyarakat Desa Penglipuran.

Pernikahan mereka (poligami) tidak dipimpin oleh pemimpin tertinggi di desa Penglipuran.

Selain itu, warga yang melakukan poligami tidak diperkenankan untuk bersembahyang di pura-pura yang menjadi tanggung jawab Desa Adat Penglipuran, hanya diperbolehkan sembahyang di tempatnya sendiri.

Alasan Desa Penglipuran menolak poligami atau memadu itu dinilai sangat masuk akal sehingga cukup efektif diikuti oleh masyarakat Bali pada umumnya. Hal itu terbukti dari jarangnya laki-laki Bali yang berpoligami atau memadu.

Untuk diketahui, selain Desa Penglipuran Kabupaten Bangli, ada juga Desa Tenganan di Kabupaten Karangasem yang menolak tegas poligami.

Sampai saat ini Desa Wisata Penglipuran menjadi salah satu tujuan wisata di Bali. Selain karena bersih tapi para wisatawan akan mendapat banyak pengetahuan tentang adat dan budaya masyarakat setempat.(Rizal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral, Kasus Rangka Motor Patah Juga Terjadi pada Yamaha di Bali, tapi...

Viral, Kasus Rangka Motor Patah Juga Terjadi pada Yamaha di Bali, tapi...

Denpasar | Senin, 18 September 2023 | 13:19 WIB

14,7 Km dari Kuta: Desa Wisata di Denpasar Ini Masuk Nominasi 75 ADWI 2023, Pusatnya Konservasi Penyu

14,7 Km dari Kuta: Desa Wisata di Denpasar Ini Masuk Nominasi 75 ADWI 2023, Pusatnya Konservasi Penyu

Denpasar | Senin, 18 September 2023 | 07:40 WIB

Jogja versi Denpasar! Tapi Tidak Seromantis Jalan Malioboro Saat Malam Hari

Jogja versi Denpasar! Tapi Tidak Seromantis Jalan Malioboro Saat Malam Hari

Denpasar | Sabtu, 16 September 2023 | 20:30 WIB

Terkini

Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap

Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:36 WIB

Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?

Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:21 WIB

Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang

Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:09 WIB

6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu

6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:02 WIB

BEM USU Gelar Demo di DPRD Sumut Besok, Usung 6 Tuntutan

BEM USU Gelar Demo di DPRD Sumut Besok, Usung 6 Tuntutan

Sumut | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:56 WIB

Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?

Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?

Sumsel | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:55 WIB

Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin

Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:46 WIB

Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2

Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:37 WIB

Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka

Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka

Banten | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:29 WIB

137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?

137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?

Sumsel | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:24 WIB