Suara Denpasar – Suporter Persebaya Surabaya, Bonek membanjiri kolom komentar di unggahan akun Instagram Arema FC, @aremafcofficial pasca laga Derby Jatim, Sabtu (23/9/2023) kemarin yang berkesudahan kemenangan 1-3 untuk Persebaya.
Pada laga yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya itu untuk pertama kalinya pemain Arema FC menuju stadion tanpa kendaraan taktis (Rantis) dan menggunakan bus dengan pengawalan aparat kepolisian dan juga beberapa perwakilan Bonek.
Sepanjang laga, Bonek juga mengklaim tidak ada terror berlebihan dan juga ujaran rasis kepada para pemain Arema FC.
Mereka pun menyebut bahwa Bonek sudah beda kelas dengan suporter Arema FC, Aremania.
“Bonek lebih dewasa enggak ada lemparan botol. Enggak seperti sebelah,” ucap @adbkhrri17 dilansir Suara Denpasar dari akun Instagram @aremafcofficial, Minggu (24/9/2023).
“Beda kelas bro,” ujar @mitha.vd.
“Beda kelas ngapain dibahas,” @tutur iyszoro.
“Pemain dikawal, suporter dikasih donasi, tidak ada lemparan botol, pertandingan lancar statistik kalah total. Kurang malu apa coba,” ujar @saspriatmaja.
“Beda kelas, enggak usah dibahas,” kata @haikalbukanhaykal.
Baca Juga: Tampil Gacor di Derby Jatim Melawan Arema FC, Pemain Persebaya Ini Sebut Ada Peran Pelatih
Pelatih Arema FC, Fernando Valente pun meminta maaf atas hasil minor yang diterima timnya di laga Derby Jatim melawan Persebaya.
Menurutnya pemain Arema FC sudah memberikan segalanya di atas lapangan namun hasil berkata lain dan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih menatap laga berikutnya.
“Kami bermain selama 90 menit untuk para suporter. Pada akhirnya, kita harus selalu memahami apa yang sudah terjadi,” ungkap Fernando Valente.
“Kita harus mengambil semua pelajaran dari situ,” tandasnya. (*/Ana AP)