Musim Kemarau Panjang, Petani Bali Ubah Komoditas Tanam

Suara Denpasar | Suara.com

Jum'at, 27 Oktober 2023 | 09:20 WIB
Musim Kemarau Panjang, Petani Bali Ubah Komoditas Tanam
Musim Kemarau Panjang, Petani Bali Ubah Komoditas Tanam

Suara Denpasar- Imbas musim kemarau yang telah melanda Pulau Dewata beberapa waktu belakang dikhawatirkan memberi dampak kerugian bagi petani Bali.

Namun, kekhawatiran itu ditepis oleh Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali Gede Sedana yang mengabarkan petani di Pulau Bali tak mengalami kerugian signifikan sepanjang musim kemarau ini.

Hal tersebut karena petani di Pulau Bali mengantisipasi kemarau panjang ini dengan menanam komoditas lain selain padi.

Dilansir dari antara, Gede Sedana berkata, di beberapa subak petani-petani menanam bunga, sayuran, dan holtikultura sebagai pengganti padi.

Seperti petani yang berada di Kabupaten Tabanan, banyak dari mereka menanam tanaman berumur pendek, seperti kacang, pokcoy, bayam cabut yang umurnya 3 minggu, serta kangkung yang setiap hari dapat dipanen.

Ia juga mengakui di musim kemarau panjang ketersediaan air menjadi masalah yang menyulitkan petani, sebab berkurangnya ketersediaan air akan menyebabkan intensitas tanam menurun sehingga lahan untuk menanam padi terbatas.

Menurut Gede Sedana hal itu lah yang menyebabkan kerugian petani di Pulau Bali, karena tidak dapat memanfaatkan 100 persen lahannya untuk menanam padi.

Namun lagi, hal tersebut tak terlalu membawa pengaruh yang signifikan lantaran pemasukan petani tetap dapat berjalan karena respons cepat mereka dengan menanam komoditas lain yang mudah panen dan tidak memerlukan banyak air, sehingga tiap 3-5 minggu mereka bisa memperoleh hasil.

Gede Sedana menambahkan, para petani sudah mencoba untuk melakukan diversifikasi tanaman, mereka tetap menanam padi tetapi tidak di seluruh areanya.

Selain itu, petani juga dikatakan dapat menaikkan harga gabahnya, namun ketika gabah menjadi beras dan masuk ke pasar, petani juga harus membeli dengan harga tinggi.

Kondisi musim kemarau justru lebih baik untuk para petani, dibanding musim hujan karena risiko gagal panen akan lebih tinggi, bahkan diprediksi 10-15 persen dari petani padi mengalami gagal panen.

Hal tersebut karena pada musim hujan, ada kemungkinan terjadinya kerusakan jaringan irigasi, pada momen seperti ini petani bukan hanya menanam tanaman, namun harus dibarengi juga dengan memperbaiki saluran air.

Selain itu, musim hujan juga dapat menyebabkan sawah kekurangan sinar matahari, banjir yang menyebabkan gagal panen, ditambah angin kencang yang berpotensi merobohkan tanaman, sehingga produksinya tidak maksimal.

Oleh karena itu, risiko gagal panen petani di musim hujan jauh lebih besar dibandingkan musim kemarau. Hal tersebut karena pada saat musim kemarau petani sudah bisa memperhitungkan kurangnya ketersediaan air sehingga mereka tidak menanam padi.(Rizal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembuang Mayat Bayi di Bandara Bali Tertangkap, Pelaku Selebgram Ini Suka Gonta-Ganti Pasangan

Pembuang Mayat Bayi di Bandara Bali Tertangkap, Pelaku Selebgram Ini Suka Gonta-Ganti Pasangan

Hits | Jum'at, 27 Oktober 2023 | 08:36 WIB

Bali United Dicukur Tim Australia, Stefano Cugurra Akui Kalah Kualitas

Bali United Dicukur Tim Australia, Stefano Cugurra Akui Kalah Kualitas

Bali | Jum'at, 27 Oktober 2023 | 08:07 WIB

Terkini

Kasus Korupsi Haji: Bos Travel asal Pekanbaru Mangkir dari Panggilan KPK

Kasus Korupsi Haji: Bos Travel asal Pekanbaru Mangkir dari Panggilan KPK

Riau | Sabtu, 25 April 2026 | 16:01 WIB

Honda Menyerah dan Putuskan Stop Penjualan Mobil Baru

Honda Menyerah dan Putuskan Stop Penjualan Mobil Baru

Otomotif | Sabtu, 25 April 2026 | 16:01 WIB

5 Sepeda dan Skuter Listrik Cocok untuk Dibawa Naik KRL, Harga Ramah Gaji UMR

5 Sepeda dan Skuter Listrik Cocok untuk Dibawa Naik KRL, Harga Ramah Gaji UMR

Otomotif | Sabtu, 25 April 2026 | 16:00 WIB

Warga Banten Pemilik Mobil Listrik Bebas Pajak, Ini Penjelasan Wagub Dimyati

Warga Banten Pemilik Mobil Listrik Bebas Pajak, Ini Penjelasan Wagub Dimyati

Banten | Sabtu, 25 April 2026 | 15:51 WIB

Ada Mckenna Grace, Netflix Bagikan First Look Serial Scooby-Doo: Origins

Ada Mckenna Grace, Netflix Bagikan First Look Serial Scooby-Doo: Origins

Your Say | Sabtu, 25 April 2026 | 15:50 WIB

Rudy Mas'ud soal Adik Kandungnya Jadi Tim Ahli Gubernur: Itu Hak Prerogatif

Rudy Mas'ud soal Adik Kandungnya Jadi Tim Ahli Gubernur: Itu Hak Prerogatif

Kaltim | Sabtu, 25 April 2026 | 15:47 WIB

Kenapa Honda Angkat Kaki dari Korea?

Kenapa Honda Angkat Kaki dari Korea?

Otomotif | Sabtu, 25 April 2026 | 15:45 WIB

Tangis Haru Ihsan, Siswa Viral yang Putus Sekolah Kini Dijamin Wagub Jabar Hingga Lulus

Tangis Haru Ihsan, Siswa Viral yang Putus Sekolah Kini Dijamin Wagub Jabar Hingga Lulus

Jabar | Sabtu, 25 April 2026 | 15:43 WIB

El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist

El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist

News | Sabtu, 25 April 2026 | 15:40 WIB

Pemilik Kendaraan Listrik di Banten Siap - Siap Bayar Pajak Mulai Mei 2026

Pemilik Kendaraan Listrik di Banten Siap - Siap Bayar Pajak Mulai Mei 2026

Otomotif | Sabtu, 25 April 2026 | 15:40 WIB