Deolipa Yumara Sindir Kak Seto Hanya Ingin Pansos dengan Bela Anak-anak Ferdy Sambo

Suara Depok | Suara.com

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 07:30 WIB
Deolipa Yumara Sindir Kak Seto Hanya Ingin Pansos dengan Bela Anak-anak Ferdy Sambo
Eks Kuasa Hukum Bharada E, Deolipa Yumara (Suara.com/M Yasir)

Depok.suara.com - Ketua Lembaga Perlindungan Anak-anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, akrab dipanggil Kak Seto terlihat cukup sibuk mengikuti Kasus Pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. 

Kak Seto, sebagai Ketua LPAI, menjalankan perannya untuk melindungi anak-anak Indonesia. Diketahui dirinya pada saat ini berusaha melakukan perlindungan terhadap anak dari tersangka kasus pembunuhan Brigadir J yakni Irjen Pol Ferdy Sambo.

Anak-anak Sambo memang terkena dampak atas hal yang dilakukan oleh Sambo beserta istrinya, Putri Candrawathi. Perundungan kerap dilakukan oleh warganet terhadap anak-anak Sambo tersebut, hujatan-hujatan negatif juga menyentil anak-anak dari pelaku pembunuhan Brigadir J. 

Melihat hal ini, Kak Seto menemui Sambo untuk menawarkan perlindungan terhadap anak-anaknya, dan mendapatkan izin dari Sambo. Kak Seto juga memperjuangkan perlindungan anak-anak tersebut dari Polri. Namun kini beberapa pihak terlihat kontra dengan tindakan yang dilakukan oleh Kak Seto.

Deolipa Yumara, mantan pengacara tersangka Richard Elizier alias Bharada E melontarkan tanggapannya yang diunggah oleh akun @dioysius di Tiktok. Terlihat Deolipa sedang menjadi pembicara dalam sebuah acara tayangan televisi mengatakan, "Kepada Kak Seto, Kak Seto ngapain Kak Seto ngurusin anaknya Pak Ferdy Sambo? Anak di jalanan banyak, Pak. Di pinggir jalan di Blok M, di Depok, dimana itu? Di Cilincing lebih banyak lagi tuh anak terlantar,".

Menurut Deolipa, kalau alasan perlindungan yang diberikan karena anak-anak Ferdy Sambo mengalami perundungan. Di jalanan juga banyak mengalami perundungan. Padahal bagi Deolipa, anak-anak Ferdy Sambo sudah dilindungi oleh keluarga besarnya.

"Topik disana kan kayak udah ada keluarga besarnya, dijaga keluarga besarnya. Ngapain Kak Seto pansos-pansos disitu? Bikin malu saya saja," ucap Deolipa.

Selain Deolipa, warganet pun banyak yang kontra dengan Kak Seto, dan menyetujui apa yang diucapkan oleh Deolipa. Banyak warganet yang menganggap Kak Seto pilih kasih, memberikan perlindungan karena anak Sambo adalah anak orang berkepentingan.

Tanggapan Kak Seto Dituduh Pansos

Dituduh Pansos dalam kasus Brigadir J, Kak Seto pun mulai angkat bicara. Dirinya membantah hanya menolong anak-anak Ferdy Sambo karena viral. Baginya setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan tidak hanya dilihat dari asal usulnya.

“Mau anak artis, anak polisi, anak pejabat, gelandangan, atau apapun itu, mereka punya hak yang sama untuk mendapat perlindungan. Saya tidak membedakan,” tambah Kak Seto.

Namun dirinya mengakui sejak menjadi bagian dari LPAI, tidak jarang pula ia mendapatkan reaksi kontra dan hujatan atas hal yang dilakukannya, sehingga melihat banyak pihak yang memberikan komentar miring tentang sekarang, tidaklah menjadi hal yang mengagetkan untuk Kak Seto. 

"Saya bergerak di bidang perlindungan anak sudah 52 tahun, tepatnya sejak tahun 1970. Dengan kata lain saya sudah kebal dengan hujatan, kesalahpahaman, perundungan. Yang jelas saya hanya menjalankan amanat Undang-undang Perlindungan Anak,” tegas Kak Seto.

Karena itu dirinya menegaskan bahwa telah melakukan perlindungan kepada anak-anak merjinal. Beberapa kasus yang tidak viral, jelas Kak Seto juga dirinya telah kawal. Sehingga tuduhan kepada dirinya yang hanya ingin pansos dalam kasus Ferdy Sambo tidaklah tepat.

“Saya tetap pada prinsip tidak membeda-bedakan anak Indonesia dan melindungi mereka,” tutup Kak Seto, yang memilih tetap menjalankan tugasnya sebagai Ketua LPAI untuk melindungi anak-anak Sambo, tanpa memperdulikan ucapan kontra terhadap hal yang dilakukannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sudah Terlalu Malam, Pemeriksaan Putri Candrawati Dihentikan Sementara dan Dilanjutkan Rabu Depan

Sudah Terlalu Malam, Pemeriksaan Putri Candrawati Dihentikan Sementara dan Dilanjutkan Rabu Depan

News | Sabtu, 27 Agustus 2022 | 00:05 WIB

TRENDING: Demi Anak-anak Sambo, Kak Seto Mengusulkan Putri Candrawathi Menjadi Tahanan Rumah

TRENDING: Demi Anak-anak Sambo, Kak Seto Mengusulkan Putri Candrawathi Menjadi Tahanan Rumah

| Jum'at, 26 Agustus 2022 | 23:09 WIB

Sudah Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan, Kamaruddin Simanjuntak Kembali Laporkan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo

Sudah Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan, Kamaruddin Simanjuntak Kembali Laporkan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo

Bogor | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 23:09 WIB

Terkini

Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin

Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:34 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

PGRI Jatim Murka, Lahan SD Aktif di Blitar Mau Digusur Demi KDMP

PGRI Jatim Murka, Lahan SD Aktif di Blitar Mau Digusur Demi KDMP

Jatim | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:29 WIB

7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina

7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:25 WIB

Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY

Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY

Jogja | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:24 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Ahmad Sahroni: Pengendara Harley Davidson Jangan Norak!

Ahmad Sahroni: Pengendara Harley Davidson Jangan Norak!

Sulsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB