Kasus Polisi Tembak Polisi Terjadi di Lampung, Kesehatan Mental Aparat Dipertanyakan

Suara Depok

Selasa, 06 September 2022 | 09:44 WIB
Kasus Polisi Tembak Polisi Terjadi di Lampung, Kesehatan Mental Aparat Dipertanyakan
Ilustrasi senjata api (Shutterstock).

Depok.suara.com - Kasus polisi tembak polisi terjadi di Lampung Tengah, korban Ahmad Karnaen ditemukan istrinya bersimbah darah di halaman rumahnya di Kelurahan Bandar Jaya Barat. Anggota Polsek Way Pengubuan berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) itu mengalami luka tembak dan tergeletak.

Melihat suaminya tergeletak dengan bersimbah darah, sang istri lantas segera meminta  meminta pertolongan dan membawa Ahmad ke Rumah Sakit Harapan Bunda Bandar Jaya. Setelah coba untuk diberi pertologan, pada akhirnya, nyawa Ahmad gagal tertolong.

Setelah proses penyelidikan mengungkapkan bahwa Ahmad ternyata ditembak teman kerjanya sendiri, sesama polisi bernama Rudi Suryanto. Rudi adalah pejabat sementara Kepala Unit Provos di Polsek Way Pengubuan. Kepala Provos Polres Lampung Tengah Sriwaluyo mengatakan, Rudi telah mengakui perbuatannya. 

Rudi, tidak lama setelah itu dijemput Satreskrim Polres Lampung Tengah dan Propam Polres Lampung Tengah tanpa perlawanan di rumahnya. Namun banyak yang mempertanyakan alasan yang bikin pria ini membunuh sesama polisi? Rupanya sudah ada riwayat perselisihan antara pelaku dengan korban.

 “Pelaku Rudi merasa sakit hati karena korban menyampaikan hal yang pribadi di grup WhatsApp. Hingga tadi malam, pelaku melintas di depan rumah korban. Pelaku dan korban sempat bertemu di teras, hingga akhirnya terjadinya penembakan itu,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad kepada Kompas.

“Kami lakukan pendalaman di lingkungan kerja dan keluarga korban, didapati korban punya hubungan yang tidak baik dengan pelaku,” tambah Zahwani.

Kasus polisi tembak polisi

Kasus di Lampung Tengah ini menambah deretan insiden serupa, sebelumnya publik juga diramaikan dengan isu Brigadir J. Selain itu ada juga temuan aparat polisi tak mampu menjaga emosi sehingga main tembak. Rekap korbannya meliputi sesama polisi dan warga sipil. 

Baru Juli kemarin di Sulawesi Utara misalnya, seorang anggota Polsek Bunaken menembak warga sipil berinisial RL (38) bahkan di depan mata anak dan istri korban. Cerita versi polisi mengatakan: RL yang pertama menyerang si polisi menggunakan pecahan keramik sehingga polisi tersebut menembak untuk melindungi diri. 

Tapi Direktur LBH Manado Frank Tyson punya sisi lain cerita, bahwa korban menyerang karena sudah dianiaya lebih dulu oleh polisi. Jadi mula-mula ada warga melapor pada polisi soal RL mabuk dan membuat keributan, namun polisi yang dimintai bantuan malah melakukan menganiaya RL saat hendak menangkap. 

Frank menyebut, korban tak terima dianiaya dan akhirnya melawan. Tentu saja daftar kasus pistol polisi menyalak tidak pada tempatnya bukan cuma itu. Sepanjang 2022 saja, pencarian singkat akan membuat kita menemukan kasus penyalahgunaan senjata api di Papua, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan, dan yang paling menyeramkan: di Jakarta.

Koordinator Pusat Kajian Militer dan Kepolisian Andy Suryadi menegaskan masalah laten penyalahgunaan senjata api semestinya diselesaikan secara internal oleh kepolisian. Kasus penembakan oleh aparat mengindikasikan rangkaian tes yang dilakukan internal kepolisian sebelum memberikan senjata api kepada anggota, belum maksimal.

“Problemnya hampir sama, yakni kurangnya pengawasan dan penindakan yang tidak tegas, atau tegas tapi kurang disosialisasikan. Seharusnya penindakan semisal dilakukan dengan tegas, harus disampaikan ke anggota lain agar menimbulkan efek jera,” kata Andy dilansir Tribunnews. “Perlu dicek berulang kali kondisi psikologi anggota apakah ada masalah soal itu [kesehatan mental].”

Pengamat Kepolisian dari Institut for Security and Strategic Studies (ISeSS) Bambang Rukminto mengatakan pimpinan Polri harusnya dituntut bertanggung jawab atas setiap penembakan yang terjadi. “Kapolri harusnya memperhatikan kesehatan mental dan jasmani para anggotanya. Kalau tidak melakukan itu, artinya pimpinannya abai dan juga wajib dikenai sanksi,” kata Bambang kepada Republika.

Kompolnas pernah melakukan survei penyalahgunaan senjata api di 34 Polda pada 2021. Hasilnya, ditemukan 784 kasus dalam rentang 2010-2021. Kesalahan terbanyak adalah kehilangan senjata api sebanyak 18,49 persen.

Sumber: Vice

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Fakta Kasus Polisi Tembak Polisi di Lampung: Korban Ditembak di Depan Anak dan Istri

4 Fakta Kasus Polisi Tembak Polisi di Lampung: Korban Ditembak di Depan Anak dan Istri

Depok | Selasa, 06 September 2022 | 09:27 WIB

Tembak Rekan Kerja Hingga Tewas, Polisi di Lampung Diberhentikan Tidak Hormat

Tembak Rekan Kerja Hingga Tewas, Polisi di Lampung Diberhentikan Tidak Hormat

Sukabumi | Selasa, 06 September 2022 | 08:59 WIB

Viral, di Tengah Konser Musik Polisi Ini Lakukan Kewajibannya, Netizen Anggap Bisa Selamatkan Ribuan Manusia

Viral, di Tengah Konser Musik Polisi Ini Lakukan Kewajibannya, Netizen Anggap Bisa Selamatkan Ribuan Manusia

Cianjur | Selasa, 06 September 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Duo Korsel Memimpin

Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Duo Korsel Memimpin

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:59 WIB

Kiper Nigeria Bikin Kaum Hawa Terpesona! Ini Dia Pemain Paling Tampan di Piala Dunia 2026

Kiper Nigeria Bikin Kaum Hawa Terpesona! Ini Dia Pemain Paling Tampan di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:42 WIB

Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026

Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:53 WIB

Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia

Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:47 WIB

Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?

Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:37 WIB

Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang

Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:28 WIB

Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026

Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:32 WIB

Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos

Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:26 WIB

Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:21 WIB

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:14 WIB