Peneliti Sebut Cara Berjalan Anak di Jepang Berbeda dengan Negara Lain

Suara Depok

Rabu, 07 September 2022 | 12:34 WIB
Peneliti Sebut Cara Berjalan Anak di Jepang Berbeda dengan Negara Lain
Ilustrasi anak jepang (unsplash/@fontesvitor)

Depok.suara.com - Sejak kecil, ciri dan kepribadian anak bisa mudah diketahui. Terlebih, pada usia balita sampai anak-anak, kita dapat mengetahui penyakit dari cara berdiri dan cara berjalannya.

Baru-baru ini, penelitian yang mempelajari gerakan anggota tubuh manusia menemukan anak-anak di Jepang memiliki gaya jalan yang berbeda dari kebanyakan anak di negara lain. Perbedaan ini tampaknya dipengaruhi oleh gaya hidup dan kebiasaan mereka, yang dapat menentukan kesehatannya.

“Meskipun perbedaannya sangat tipis, saya terkejut melihat anak-anak di Jepang berjalan dengan posisi kaki lebih ditekuk,” terang ahli terapi fisik dari Pusat Medis dan Rehabilitasi Mikawa Aoitori, Ito Tadashi, Rabu (7/9/2022).

Mengutip dari Vice world, menariknya, Ito juga mengungkapkan cara berjalan mereka tidak berubah seiring bertambahnya usia. Perkembangan fisik dan kualitas hidup anak dapat dilihat dari rangkaian gerakan yang mereka lakukan menggunakan pinggul, lutut dan kaki,bbiasa disebut “gait”.

Ito juga menjelaskan, bahwa gaya jalan bisa menjadi indikasi adanya kelainan, seperti masalah keseimbangan. Semakin cepat suatu kelainan terdeteksi, kata Ito, semakin besar pula peluang untuk menangani masalahnya agar tidak berkembang menjadi lebih parah. Itulah sebabnya, tidak mengherankan bila cara berjalan menjadi salah satu unsur kehidupan manusia yang paling sering diteliti.

Namun, Ito melihat belum banyak penelitian yang mendalami gaya berjalan anak-anak di Jepang. Sehingga, ia tergerak mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai variasi gerakan anak-anak Jepang dari berbagai kelompok usia.

Para peneliti mempelajari gaya berjalan 424 orang anak yang berusia antara enam hingga 12 tahun menggunakan sistem analisis gerak tiga dimensi. Dalam metode pemeriksaan ini, penanda bulat kecil akan ditempelkan pada bagian bawah tubuh anak untuk mengukur pergerakan kaki mereka saat berjalan.

Tim Ito menemukan anak-anak pada kelompok usia lebih tua memiliki langkah yang lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak yang usianya lebih muda. Selain itu, mereka juga lebih banyak melangkah. Hasil temuannya berbeda dari penelitian yang dilakukan di Meksiko. Penelitian tersebut juga menunjukkan langkah anak-anak semakin pendek seiring bertambahnya usia, tapi jumlah langkah mereka tetap sama atau bahkan berkurang setelah lewat usia tujuh tahun.

Ito menduga perbedaan cara berjalan anak-anak di Jepang dengan anak-anak di negara lain berkaitan dengan gaya hidup dan budaya yang mereka anut.

baca juga

Sejumlah anak yang diteliti cara berjalannya berasal dari sekolah dasar yang sama. Ito menjelaskan, mereka terbiasa berangkat sekolah bersama setiap pagi, sehingga tidak mengherankan apabila pelajar yang lebih muda mengambil langkah lebih panjang untuk mengimbangi langkah anak-anak yang usianya lebih tua.

Ito juga memperhatikan anak-anak pada kelompok usia 11-12 cenderung lebih sering berjinjit atau berjalan dengan bertumpu pada jari kaki, serta menunjukkan rentang gerak di lutut yang lebih sedikit selama berjalan. Ito tidak dapat memastikan apa alasannya, tapi kemungkinan ada hubungannya dengan “seiza”, cara duduk tradisional orang Jepang yang menyelipkan pantat di atas tumit.

Profesor ortopedi pediatrik, Jessica Rose dari Stanford University tidak terlibat dalam penelitian ini, tapi ia melakukan penelitian serupa. Menurutnya, sangat wajar terjadi perbedaan pengukuran pada teknologi yang digunakan. Namun, ia tak yakin betapa bervariasinya data lintas budaya.

“Berdasarkan perhitungan saya, ada satu-dua derajat perbedaan pada gerakan pinggul dan lutut,” terangnya.

Contohnya, posisi penanda yang ditempelkan di sekitar sendi pinggul bisa saja berbeda di setiap subjek. Rose juga menyebutkan model yang digunakan untuk mengukur pusat sendi pinggul dapat berbeda dari lab ke lab, sehingga menciptakan variabilitas dalam data. Andai saja perbedaannya lebih jelas, peneliti dapat memberikan kesimpulan yang lebih pasti.

“Saya terkejut melihat betapa miripnya data kami dengan mereka,” lanjutnya.

Rose mengatakan, kemiripan ini bisa dijadikan sebagai perbandingan, dan kuatnya data yang dikumpulkan Ito dapat bermanfaat bagi evaluasi kelainan gaya berjalan anak.

Selain mempelajari gaya berjalan anak-anak, Ito dan rekan-rekan peneliti juga mempelajari apakah pembatasan sosial selama pandemi, seperti penutupan sekolah, memengaruhi kecepatan berjalan anak dan indikator kesehatan fisik lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SEVENTEEN Akan Rilis Album EP Jepang Pertamanya 'DREAM' pada November 2022

SEVENTEEN Akan Rilis Album EP Jepang Pertamanya 'DREAM' pada November 2022

Your Say | Rabu, 07 September 2022 | 11:23 WIB

Sejarah Beard Papa's, Toko Roti Puff Jepang yang Diisukan Tutup Gerai di Indonesia

Sejarah Beard Papa's, Toko Roti Puff Jepang yang Diisukan Tutup Gerai di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 07 September 2022 | 10:47 WIB

5 Rekomendasi Wisata Paling Horror dan Seram di Dunia, Sejarahnya Bikin Merinding

5 Rekomendasi Wisata Paling Horror dan Seram di Dunia, Sejarahnya Bikin Merinding

Soreang | Selasa, 06 September 2022 | 16:16 WIB

Terkini

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 08:32 WIB

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+  Ditonton 6 Juta Kali

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+ Ditonton 6 Juta Kali

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:30 WIB

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:17 WIB

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:15 WIB

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:11 WIB

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:07 WIB

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:06 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:01 WIB

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 08:00 WIB

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:59 WIB

×